tentangremaja

PERCAYA DIRI BUKAN DARI MEDIA SOSIAL

MEDIA SOSIAL BUKANLAH PENENTU KEPERCAYAAN DIRI KAMU

Assalamualaykuum semuaa…
Apa kabar semua ? Semoga selalu semangat menjaga dan merawat kesehatan, semangat terus belajar dan meningkatkan diri untuk selalu lebih baik yaa….

Kali ini Saya ingin berbagi tentang Efek Media Sosial.
Suatu hari Saya kehadiran seorang remaja perempuan sekitar usia 14 tahun bersama ibunya di tempat praktik Saya. Orang tuanya datang kepada Saya agar anaknya dibantu untuk termotivasi belajar lebih baik. Menurut orang tuanya sudah hampir beberapa bulan putrinya tidak termotivasi belajar. Namun, tidak juga bisa mendapatkan komunikasi yang baik dengan putrinya. Kalau ditanya, putrinya selalu diam saja. Berbagai cara dilakukan. Namun, putrinya ini jika ditanya apakah mau mendapat prestasi yang bagus di sekolah, jawabannya mau. Dan ketika ditanya pilihan sekolah lanjutannya menjawab sekolah favorit yang selama ini diidamkan.

Singkat cerita, remaja putri ini, merasa insecure, merasa tidak aman dan nyaman. Ketika ditanya apa yang dirasakan dan dipikirkan, dia menjawab, dia merasa tidak cantik dan tidak pintar. Saya bertanya lagi, bagaimana perasaan itu terjadi, seperti apa kondisinya, kejadiannya. Dia bercerita ketika setiap buka instagram, dan melihat story atau postingan teman-temannya, dan dia membatin, “Cantik banget teman-temannya. Aku ga cantik.” Dan itu seringkali terjadi, hingga membuat energinya semakin turun, terkuras dengan hal-hal yang berpusat pada rasa dan pikiran tidak cantik dan tidak pintar.

Beberapa hari lalu juga Saya sempat berjumpa dengan seorang Ibu yang meminta jadwal konsultasi. Dia cerita kalau melihat postingan teman-temannya di media sosial yang semua berisi karya-karya, dan segala hal yang dilakukan teman-temannya membuat dirinya merasa insecure, tidak aman, tidak nyaman. “Orang lain begitu hebatnya bisa membuat ini itu, berkarya ini itu, melakukan ini itu, sementara Aku ga bisa seperti mereka,” demikian selalu batinnya. Atau dalam istilah populer di Psikologi adalah SELF TALK.

Hmm… kalau kalian bagaimana ?

Saya bisa jelaskan di sini bahwa, segala respon pikiran dan perasaan kita berasal dari persepsi kita. Apakah kita punya pengetahuan dan pengalaman tentang hal tersebut dan bagaimana kita merekam respon-respon terhadap hal itu. Kita coba sadari bersama yuk. Coba diingat, atau pernahkah kalian mendengar, melihat atau bahkan mengalami kalian dibanding-bandingkan, atau orang sedang membandingkan satu dengan lainnya, entah dirinya dengan orang lain, atau orang lain dengan orang lainnya. Informasi tersebut tersimpan dalam memori kita yang membentuk persepsi, bahwa kalau orang itu seperti ini seperti itu artinya dia hebat, pintar, cantik, keren, dll. Kalau orang itu begini begitu, artinya dia itu jelek, ga oke, ga pinter, dll dst. Iya, persepsi itu terbentuk menjadi program Pikiran Bawah Sadar kita, yang memiliki kekuatan mendorong dan mengarahkan diri kita dalam berkata-kata, bersikap dan bertingkah laku.

Karena sudah menjadi program diri kita, maka ketika kita melihat postingan-postinga berseliweran di media sosial, otak kita seolah secara spontan mengatakan, “Wah dia keren yaa, kalau aku bagaimana?” Padahal, kita juga tahu bahwa setiap individu itu unik, berbeda. Setiap orang memiliki kelebihan dan kekuatannya masig-masing, bahkan kelemahannya juga sendiri-sendiri.

Mengapa kita tidak berhenti sampai di…, “Wah dia keren ya, alhamdulillah rezeki bisa kenal dengan dia, dengan orang-orang keren. Aku bisa belajar hal itu dari dia, jika Aku menginginkan. Wah memang keahlian dan kelebihan dia disitu ya… Dia memotivasi Aku…Aku akan mengasah kebisaan, kekuatan dan kelebihan aku lebih baik lagi.”

Pikiran kita itu tricky, dan bisa kita arahkan. So, arahkan terus yaa pikiran kita kepada segala hal yang kita inginkan terjadi untuk kebaikan dan kemajuan hidup kita, bukan justru memikirkan apa yang tidak kita inginkan terjadi dalam hidup kita.

Oh iya, alhamdulillah wa syukurillah, remaja putri tadi, setelah melakukan sesi hipnoterapi bersama Saya sebanyak 2x, dia menjadi semangat belajarnya dan tidak lagi merasa dirinya tidak cantik. Karena kenyataannya memang dia seorang putri remaja yang sangat manis, cerdas, pandai, tinggi, dan menyukai berbagai olahraga, terutama basket. Dan yang mengharukan sekaligus mengagumkan, dia mampu membuat dirinya mencapai nilai tertinggi ujian di tingkat seluruh kelasnya/angkatannya. Kok bisa ? Iya bisa, dengan metode hipnoterapi, kita bisa mengakses program Pikiran Bawah Sadar kita, kemudian kita ‘perbaiki’ atau kita ‘luruskan’ program-program yang sekiranya menghambat atau merugikan diri kita.

Luar biasa yaa… begitu hebatnya pikiran kita, bisa mendorong kita untuk melakukan hal-hal yang bahkan belum pernah kita capai atau bahkan kita merasa tidak mungkin terjadi, dengan memprogram ulang pikiran kita. Iya, putri remaja tersebut belum pernah selama ini mendapatkan peringkat teratas di seluruh sekolahnya, di seluruh kelasnya bahkan. Saya pun ikut bangga padanya.

Nah, ibu yang satunya, Saya menemukan 2 hari berikutnya dia memposting video berisi tutorial menjahit sebagai kebiasaannya, padahal saat bercerita dengan Saya, dia mengatakan ada aja alasan untuk tidak merekam padahal dia begitu ingin sekali melakukannya, dengan tujuan mendokumentasikan kebisaannya kelak buat putrinya, dan memberi manfaat buat banyak para pemula yang ingin belajar menjahit. Bravooo… Luar biasa yaa…

Nah, kalau kamu… Apa yang menjadi kekuatan kamu ? Kamu sudah lakukan apa terhadap kekuatan/kelebihan kamu untuk kamu fokuskan? Gimana kisah pengalaman kamu dalam bermedia sosial ? Kalian boleh kirim surat ke Saya untuk berbagi cerita ya…

Terima kasih sebelumnya, salam hangat dan sayang dari jauh, dari Saya,

Lusia P., S.Pd.,C.P.Ht.,C.M.M.F., C.N.V.T., C.T.H., C.P.N.N.L.P.
IG @lusiapw
FB Lusia Pansilawatiningsih
Youtube Ruang Inspirasi Lusi
Kota Wisata Cibubur, Bogor – 085701101997

MENGUBAH PIKIRAN SEKETIKA

BAGAIMANA MENGUBAH KONDISI PIKIRAN & PERASAAN SEKETIKA

Pernahkah kita merasakan bahwa kita sungguh-sungguh bersyukur menjadi manusia? Salah satu yang terbesar merupakan anugrahNya adalah kebebasan memilih, kebebasan berkehendak. Kebebasan berbuat sesuka hati, seenak dan senyamannya kita. Namun, seringkali kebebasan itu tidak mampu kita sadari dan gunakan dengan sangat baik, demi kebaikan dan kemajuan hidup kita.

Seringkali kita terjebak dalam pikiran dan emosi yang sama yang tidak memberdayakan diri, yang sesungguhnya tidak kita inginkan. Bila dirasakan, dicermati hal2 itu semua sesungguhnya bila ditanya kembali, adalah hal2 yang tidak diinginkan terjadi.

Bagaimana agar kita tidak terjebak dalam pikiran2 dan perasaan2 yang tidak kita inginkan terjadi?

Gunakan hak istimewa kita dengan memikirkandan merasakan hal-hal yang kita inginkan terjadi. Lakukan hal2 yang baik, membangun, saat itu juga, and just do it. Push yourself to do that. Lakukan di luar dari hal2 yang berbeda dari yang berkaitan dengan apa yang sedang dipikirkan dan dirasakan yang tidak memberdayakan itu. Just SWITCH.

Mungkin diantara teman2 ada yang ga mudah juga. Dan ada yang bilang yess semudah itu. Nah, bagi yang merasa ga mudah, mungkin teman2 sudah terjebak terlalu lama. Bisa dibantu dengan profesional lainnya. Setelah itu jadikan kebiasaan menggunakan keistimewaan yang Tuhan berikan pada kita tsb, sebaik2nya.

Ingat yaa… apa yang kita lakukan, adalah untuk diri kita sendiri, apapun itu. Selalu ada buah atau efek yang dihasilkan. Kalau menginginkan buah dan efek yang baik. Kita lakukan hal2 yang baik, pikirkan dan rasakan hal2 yang baik.

Salam tetap bahagia, semakin bahagia, semakin penuh kasih dan berkah yaa…
💖🙏🏻

Lusia P., S.Pd., C.P.Ht., C.M.M.F., C.N.V.T., C.P.N.N.N.L.P., C.T.H.
IG : @lusiapw
FB Lusia Pansilawatiningsih
Youtube Ruang Inspirasi Lusi
WA : 085701101997

KETIKA KU JATUH CINTA

Ketika Ku Jatuh Cinta

Dedicated to siswa siswi kesayangan bapak ibu guru jenjang SMP, SMA.

Jatuh cinta ? Hmmm… berjuta rasanya. Bikin jantung berdebar, kadnag susah tidur, malas melakukan kegiatan, karena seluruh otak, pikiran, emosi fokus dan penuh dengan hanya ‘dia’ seorang.

Pengen selalu dekat, pengen selalu bisa komunikasi, pengen selalu bisa ketemu, dan seterusnya.

Ada yang gayung bersambut, ada juga yang bertepuk sebelah tangan.

Gimana siy kalo kena 1 rasa ini ? Jatuh hati, jatuh cinta ?

Gapapa, artinya kalian normal. Tugas perkembangan kalian berjalan baik. Syukuri rasa ini kalian bisa rasakan, alami.

Nah tantangannya adalah bagaimana cara menyikapi, mensiasati perasaan ini, agar tetap produktif ? Tetap memberi pengaruh positif, membuahkan banyak karya luar biasa yang mendekatkan kalian pada tujuan hidup, impian, harapan dan cita2 kalian.

Ada beberapa tips di bawah ini :

1. Ingatlah impian dan cita2 kalian. Bayangkan apa yang terjadi jika impian kalian tidak tercapai. Bila belum memiliki impian, target hidup. Buatlah dari sekarang. Pikirkan akibat terburuk dalam hidup yang kalian ga mau itu terjadi. Dan kalian bisa terhindar dari masa depan yang buruk hanya dengan tercapainya impian kalian.

2. Belajarlah untuk rileksasi, meditasi, self hipnosis, untuk membantu pikiran dan emosi selalu tenang dan fokus pada tujuan tercapainya cita2 kalian.

3. Ingatlah, jika kalian sayang pada diri sendiri, orang tua dan orang yang sedang kalian sayangi, cintai. Artinya buatlah diri kalian berharga, berkualitas, dan lakukan segala sesuatu yang terbaik buat orang2 yang kalian sayang, dan mereka sayang pada kalian.

Dengan terus menjaga hal tersebut, kalian tidak akan melakukan hal2 buruk terhadap mereka. Kalian akan selalu berusaha menjadi orang yang terus lebih baik.

4. Ingatlah nilai2 moral, ajaran2 atau prinsip2 agama yang kalian yakini. Takutlah pada TUHAN selalu. Agar jalan kalian dalam situasi seperti ini, tetap terjaga. Terjaga dan menjaga kehormatan diri, orang lain yang kalian sayang hormati, dan keluarga tentunya.

5. Ingatlah bahwa segala sesuatu dia dunia ini tidak ada yang kekal. Begitupun perasaan, emosi. Tidak pernah ada yang abadi. Rasa cinta, benci, sedih, sakit hati, rindu, terus saja akan berubah, naik turun bahkan bisa berganti bahkan tanpa kita rencanakan. Maka janganlah terlalu mengikuti perasaan, imbangi selalu dengan logika dan hati nurani. Sehingga ketika kalian merasa tersakiti tidak akan menjadi sangat sakit atau jatuh. Jangan lah terlalu mencinta ataupun membenci.

6. Selalu bangun komunikasi yang baik dengan orang dewasa yang kalian percaya kebijaksanaannya, moral dan nilai2 hidupnya. Ketika ada sesuatu yang menyesakkan dada, jangan dipendam, jangan biarkan dia menggerogoti diri kalian, sehingga menjadi sampah, busuk, dan menjadi bom waktu yang berefek buruk bagi diri sendiri. Maka ceritakanlah, jujurlah, dan selalu ingat akan prinsip selalu ada solusi baik. Kenekatan, akan selalu berakhir dengan penyesalan. Ketika hal itu terjadi kalian butuh energi yang sangat besar sekali untuk bangkit. Maka, sebelum itu terjadi, niatkan, setting jangan pernah ijinkan hal buruk terjadi.

7. Biasa saja. Hadapi segala sesuatu biasa-biasa saja. Menanggapi segala sesuati dengan berlebihan mengakibatkan mental yang tidak sehat.

8. Tetap dan semakin rajin beribadah, berdoa, dan belajar. Bila jodoh tidak akan kemana, percaya itu, yang dibutuhkan adalah kalian hanya butuh memantaskan diri. Dan yakin apapun yang Tuhan berikan adalah yang terbaik untuk kalian.

9. Pacaran bukan jalan terbaik menyalurkan rasa kalian. Menyambungkan rasa adalah dengan sikap dan tingkah laku terhormat. Berlaku baik, boleh memberikan perhatian, memghargai tapi belum saatnya untuk menjadikan hubungan yang terikat.

10. Raihlah cita2 mu lebih dulu. Wujudkan sgala cita2mu, maka itu yang akan menyelamatkanmu untuk mendapatkan orang yang kalian cintai dengan lebih indah, elegan, bermartabat dan penuh kehormatan. Ya, hanya dengan menikahinya, tanpa pacaran, kalian bisa menjadi orang yang berharga, terhormat. Mampu memafkahi hidupnya secara sah di mata Tuhan dan dihargai, direstui oleh masyarakat, lingkungan kalian.

Selamat menjalani masa indah ini ya… dengan sehat, penuh hikmah, wibawa dan prestasi2 cemerlang. Jadikan rasa itu penyemangat untuk berprestasi lebih lagi. Tunjukkan pada orang yang kalian cintai, bahwa ini lah aku, penuh dengan prestasi, layak kamu miliki kelak. 😉💪🏻🙏🏻

IG : @lusiapw
FB : Lusia Pansilawatiningsih
Youtube : Ruang Inspirasi Lusi
WA : 085701101997