Apa perbedaan Konsultasi dengan Konseling ?

Apa perbedaan Konsultasi dengan Konseling?

 

Masih banyak diantara kita yang masih bingung atau belum memahami apa perbedaan Konsultasi dengan Konseling. Penting untuk bisa membedakan kedua layanan ini ya. Agar tujuan dan harapan kita bisa terpenuhi ketika kita membuat janji untuk mendapatkan layanan profesional.

Konsultasi adalah sebuah interaksi antara konsultan dengan klien dimana, klien membutuhkan berbagai saran, informasi atau bimbingan serta nasihat berkaitan dengan hal-hal yang dibutuhkan klien. Jika dalam layanan profesional kesehatan mental, maka ketika kita meminta waktu untuk berkonsultasi, maka yang akan kita dapatkan adalah bagaimana saran, nasihat serta pandangan-pandangan konsultan mengenai pertanyaan-pertanyaan dari kita.

Berbeda dengan Konseling. Konseling adalah proses interaksi antara Konselor dengan Klien, dalam bentuk interaksi percakapan, dimana klien terlebih dulu bisa melakukan konsultasi awal mengenai permasalahannya untuk dibantu. Masalah-masalah klien adalah yang berkaitan dengan keluhan pikiran dan emosi atau bersifat mental atau psikologis. Kemudian Konselor akan membantu Klien untuk mengadakan program konseling dengan jumlah pertemuan sesi sesuai dengan metode atau teknik psikoterapi tertentu yang digunakan, sehingga Klien bisa terbantu mencapai tujuan-tujuan mengatasi masalahnya.

Proses konseling, bukan sebuah proses pemberian saran dan nasihat. Hal ini bisa dilakukan, dengan metode dan tekik tertentu, sehingga klien sendiri mampu menemukan saran-saran dan nasihat-nasihat terbaik dari dirinya secara tidak langsung. Tujuan umum dari konseling adalah membantu dan membimbing Klien mampu secara pribadi sebagai individu yang unik dan berharga, dalam mengenali, memahami dan kemudian mampu menemukan, memahami serta memanfaatkan dan mengelola juga mengendalikan pikiran-pikiran dan emosi-emosinya dalam menghadapi atau menjalankan dan mengatasi tantangan-tantangan diri dan hidupnya.

Ya, konseling bertujuan membantu masalah klien, yang terbaik adalah dalam bentuk program yang tersusun dan terarah. Sehingga klien benar-benar bisa terbantu merasakan hasil sesuai dengan tujuannya. Sehingga ketika kita ingin mengambil layanan konseling, bukan konseling insidental yang hanya sekali dua kali dan selesai atau putus. Proses ini berkelanjutan dan memiliki target pencapaian bagi klien sesuai kebutuhannya dan tujuannya.

Klien harus memahami, bahwa tujuan dari Konseling secara umum adalah, agar Klien menjadi mampu dalam mengenali dirinya yang lebih baik lagi, sehingga mampu menemukan berbagai alternatif solusi dalam mengatasi tantangan-tantangannya, secara kreatif sebagai potensi atau kemampuan yang telah dimiliki klien itu sendiri. Klien menjadi mampu memahami dirinya lebih baik lagi, mampu membuat keputusan-keputusan dalam pilihan-pilihan hidupnya.

Jadi, sekarang kita sudah jauh lebih paham ya, tentang perbedaan Konsultasi dengan Konseling. Silakan memilih layanan yang tepat, dan sukses selalu ya….