psikologi

Saya Menyukai Sesama, Bagaimana ?

“Saya ini manusia laknat Bu… Saya masuk neraka kan Bu ? Ini bukan kemauan Saya, Saya juga ga tau kenaa Saya begini dan seperti ini.” begitu ungkapan hati seorang pemuda usia 20 tahunan ketika menjumpai Saya. Bahkan pemuda ini ingin sekali menghilang, entah bagaimana. Pemuda ini tidak mau memikirkan hubungan-hubungan, apalagi menikah. Merasa hidupnya benar-benar tidak bisa dia nikmati. Bergelut setiap harinya memusatkan diri hanya pada pekerjaan, meskipun harus berjibaku dengan semua kecemasannya. Serangan panik pun seringkali dialami, hingga mual dan muntah-muntah di mana pun, kapan pun. Pemuda ini tidak menyukai film porno, pertama kalinya dia menonton ketika diajak dan ditawarkan oleh temannya. Hanya selintas saja dia melihat dan tidak melanjutkan. Namun secara fisik, fungsi reproduksinya berfungsi dengan baik dan normal. Ereksi setiap pagi dan dalam kondisi yang normal dan baik.

Kami sebagai hipnoterapis mempelajari bagaimana simtom yang dirasakan dan dialami pemuda ini muncul. Saya pun menjelaskan bagaimana hal itu bisa terjadi. Meskipun berdasarkan teori yang telah teruji, namun tetap kami mengatakan BISA JADI hal tersebut berasal dari pengalaman-pengalaman masa lalu baik dialami secara visual, pendengaran, perasaan, pikiran, sehingga menjadi imprint. Imprint yang menjadi program di Pikiran Bawah Sadar membuat pemuda ini terdorong hanya menyukai sesama jenis saja. Kita hanya bisa mengeksplor secara murni, dengan membantu Klien itu sendiri mengakses Pikiran Bawah Sadarnya. Klien meniatkan dan mengijinkan dirinya untuk benar-benar masuk ke dalam kondisi trance yang sangat dalam, sehingga Klien dibantu oleh terapis bisa menemukan akar (emosi) penyebab simtomnya ini.

Dalam kondisi trance yang dalam, Klien ‘mendarat’ di lini waktu masa kecilnya di usia 4. tahun. Di mana dia sedang asik mencoba-coba mengenakan pakaian berupa dress kakaknya yang 5 tahun lebih dulu lahir. Sang kakak sedang sekolah, dan pemuda kecil ini, sedang asyik bermain sendiri sambil sekaligus mengenakan kerudung kakaknya.

Sang Ayah melihatnya, serta merta Ayahnya begitu kaget dan marah, mengangkat anak ini dengan membalikkan badannya, kaki di atas dan kepalanya di bawah, membuat pemuda dalam lini waktu di usia anak-anak ini menangis hebat. Ayahnya menyampaikan kata-kata yang menyakitkan, bahwa dia membuat malu orang tua, dan seterusnya. Ketika dibawa sampai ke Sang Ibu, Sang Ibu hanya meredakan amarah Sang Ayah dan meredakan tangisan anak ini. Anak ini merasakan ketakutan yang hebat, merasa tidak berdaya, tidak berharga, dan diperlakukan tidak adil. Si kecil ini merasa bahwa dia hanya sekedar bermain. Dia tidak bermaksud mempermalukan Ayahnya, Ibunya dan apapun yang dikatakan semua oleh Ayahnya. Beranjak remaja, pemuda ini seringkali di bully, dipukuli dan diejek dengan sebutan “bencong”. Pemuda ini tidak pernah sama sekali menceritakan setiap kejadian bully yang dialami, kepada siapapun. Sejak SD pemuda ini menyukai teman sebangkunya. Dan sejak itu pula pemuda ini mengalami masa-masa di bully oleh teman-teman sekolahnya.

Atas ijin Tuhan Yang Maha Kuasa, atas ijin Allah SWT, dan atas hasil usaha dari pemuda ini sebagai klien dalam sesi terapi ini, semua dapat diproses dengan baik. Pemuda ini semakin merasa berdaya, percaya diri dan NORMAL tidak ada cacat dan gangguan sedikitpun dalam hal orientasi sexualnya.

Sebuah pelajaran dan hikmah berharga. Bahwa Tuhan tidak pernah salah dalam mencipta. Setiap ciptaanNya begitu sempurna dan NORMAL. Sesuai dan selaras dengan semua sel dalam tubuhnya. Hanya kejadian-kejadian atau peristiwa dalam hidup individu yang membuatnya menjadi terganggu, tidak normal ataupun cacat atau rusak. Atau bahkan bisa membuatnya menjadi pribadi yang mulia, sukses, hebat, luar biasa.

Menjadi tanggung jawab kita bersama untuk membuat lingkungan yang sehat, aman dan positif bagi siapapun. Terutama dalam mengedukasi tentang betapa sangat memungkinkan segala MASALAH/KELUHAN bisa terbantu, bisa teratasi, bisa sembuh.

Salam hangat dan sayang, dari meja kerja klinik LaVanza Center Cibubur, sembari menanti klien berikutnya.

Tetap semangat menebar kebaikan dan solusi baik yaa….

Hipnoterapi Itu Diapain sih ?

Hipnoterapi itu diapain sih ?

Ada beberapa jenis layanan yang disediakan oleh kami untuk membantu berbagai keluhan psikologis, dianatranya adalah konsultasi, konseling, terapi dengan hipnoterapi, juga coaching. Untuk layanan sesi hipnoterapi, kami akan selalu menyarankan untuk hasil terbaik, efektif dan efisien adalah secara offline atau tatap muka.

Ketika klien menghubungi kami, untuk mendapatkan layanan hipnoterapi,beberapa diantaranya juga belum banyak mengetahui bagaimana sebenarnya metode terapi dengan hipnosis ini. Banyak diantaranya juga yang masih memiliki persepsi bahwa hipnoterapi seperti yang seringkali muncul dan ditonton di televisi atau platform hiburan lainnya. Juga beberapa yang belum tahu sama sekali. Penting sekali bagi klien untuk mengetahui lebih dulu layanan yang dibutuhkan. Bisa dengan browsing melalui platform pencarian seperti google, atau pun bertanya langsung dengan para petugas kesehatan mental yang profesional.

Berikut adalah gambaran ketika klien ingin mendapatkan layanan hipnoterapi.Hipnoterapi merupakan sebuah metode terapi, sehingga ketika klien menghubungi terapis melalui wa, klien akan melakukan beberapa tahapan berikut hingga datang bertemu secara tatap muka untuk melakukan terapi dengan tujuan terjadinya perubahan terhadap perasaan, pemikiran, perkataan, sikap dan perilaku serta kebiasaan :

1. Klien mengisi terlebih dahulu formulir atau intake form yang tersedia. intake form. Saat menghubungi terapis melalui wa atau telepon.
2. Klien bersama terapis melalui admin, menyepakati jadwal pertemuan untuk sesi layanan yang dibutuhkan.
3. Klien melakukan komitmen untuk hadir pada jadwal yang sudah disepakati dengan melakukan pembayaran di muka, melalui transfer.
4. Ketika klien hadir sesuai dengan jadwal yang disepakati, klien bersama terapis berbincang seputar keluhan-keluhan klien. Terapis akan bertanya, dan klien bisa menjelaskan, menceritakan atau curhat tentang keluhan-keluhannya selama ini.
5. Terapis menjelaskan seputar bagaimana hal-hal yang disampaikan bisa terjadi menjadi masalah atau hal yang mengganggu dan menghambat klien, serta apa itu hipnosis, bagaimana kondisi hipnosis yang sebenarnya secara saintifik dan sebenarnya, juga apa itu hipnoterapi dan apa saja yang akan dilakukan bersama saat sesi di ruang private.
6. Klien dan terapis bersiap untuk melakukan terapi, dengan azas bekerja sama mengatasi masalah atau keluhan klien. Karena sejatinya segala keberhasilan adalah hasil usaha dari klien, yang berniat dan berupaya sungguh-sungguh untuk berubah, dan mau secara komitmen menjalani rangkaian terapinya. Tentu doa yang sungguh-sungguh agar tercapainya keberhasilan terapi secara tuntas penuh keberkahan.
7. Terapis menyiapkan klien di kursi terapi (reclining seat), klien melakukan simulasi teknik hipnoterapi.
8. Terapis melakukan bimbingan untuk membantu klien masuk ke dalam kondisi rileksasi yang sangat dalam dan menyenangkan.
9. Terapis membantu klien mengenali emosi-emosi yang menjadi beban dan hambatan selama ini, dan dengan berbagai teknik terapi yang dikuasai oleh terapis, membantu untuk menuntaskan hambatan-hambatan tersebut.
10. Klien dibantu untuk kembali kepada kesadaran normal.
11. Terapis bersama klien mengevaluasi hasil dari sesi terapi.

Daaaan… selesai.

Demikian gambaran proses terapi yang akan dijalankan dalam sesi hipnoterapi ya…
Semoga membantu melengkapi dan ataupun meluruskan gambaran terapi yang teman-teman pikirkan atau persepsikan. Selamat berupaya, dan tetap terus semangat.

Ingat, tidak ada masalah yang tidak ada solusinya, sejauh yakin bahwa akan selalu ada jalan untuk mengatasi berbagai masalah. Karena Tuhan Maha Kaya, Maha Kuasa, Maha Baik dan Maha Penolong serta Maha Pengasih Penyayang. Jangan sungkan dan enggan untuk mencari tahu lebih lengkap dari sumber-sumber yang terpercaya.

Dan satu hal lagi, hipnoterapi tidak hanya sekedar untuk mereka yang bermasalah, namun hipnoterapi juga bisa membantu meningkatkan berbagai potensi, motivasi, serta mindset positif yang lebih kuat lagi. Hipnoterapi juga bisa amat sangat membantu meningkatkan kualitas atau kemampuan memori, IQ, fokus, konsentrasi (perhatian), kekuatan pikiran atau otak. Bahkan hipnoterapi bisa membantu untuk meningkatkan kualitas fungsi tubuh fisik. Atau sekedar untuk rekreasi menjelajahi kenangan-kenangan baik, positif atau sekedar membantu Anda memiliki jangkar relaksasi atau jangkar emosi tertentu yang dibutuhkan (anchoring).

Yuk, silakan dicoba…

Salam hangat, damai dan sayang…
Lusia P.

PERCAYA DIRI BUKAN DARI MEDIA SOSIAL

MEDIA SOSIAL BUKANLAH PENENTU KEPERCAYAAN DIRI KAMU

Assalamualaykuum semuaa…
Apa kabar semua ? Semoga selalu semangat menjaga dan merawat kesehatan, semangat terus belajar dan meningkatkan diri untuk selalu lebih baik yaa….

Kali ini Saya ingin berbagi tentang Efek Media Sosial.
Suatu hari Saya kehadiran seorang remaja perempuan sekitar usia 14 tahun bersama ibunya di tempat praktik Saya. Orang tuanya datang kepada Saya agar anaknya dibantu untuk termotivasi belajar lebih baik. Menurut orang tuanya sudah hampir beberapa bulan putrinya tidak termotivasi belajar. Namun, tidak juga bisa mendapatkan komunikasi yang baik dengan putrinya. Kalau ditanya, putrinya selalu diam saja. Berbagai cara dilakukan. Namun, putrinya ini jika ditanya apakah mau mendapat prestasi yang bagus di sekolah, jawabannya mau. Dan ketika ditanya pilihan sekolah lanjutannya menjawab sekolah favorit yang selama ini diidamkan.

Singkat cerita, remaja putri ini, merasa insecure, merasa tidak aman dan nyaman. Ketika ditanya apa yang dirasakan dan dipikirkan, dia menjawab, dia merasa tidak cantik dan tidak pintar. Saya bertanya lagi, bagaimana perasaan itu terjadi, seperti apa kondisinya, kejadiannya. Dia bercerita ketika setiap buka instagram, dan melihat story atau postingan teman-temannya, dan dia membatin, “Cantik banget teman-temannya. Aku ga cantik.” Dan itu seringkali terjadi, hingga membuat energinya semakin turun, terkuras dengan hal-hal yang berpusat pada rasa dan pikiran tidak cantik dan tidak pintar.

Beberapa hari lalu juga Saya sempat berjumpa dengan seorang Ibu yang meminta jadwal konsultasi. Dia cerita kalau melihat postingan teman-temannya di media sosial yang semua berisi karya-karya, dan segala hal yang dilakukan teman-temannya membuat dirinya merasa insecure, tidak aman, tidak nyaman. “Orang lain begitu hebatnya bisa membuat ini itu, berkarya ini itu, melakukan ini itu, sementara Aku ga bisa seperti mereka,” demikian selalu batinnya. Atau dalam istilah populer di Psikologi adalah SELF TALK.

Hmm… kalau kalian bagaimana ?

Saya bisa jelaskan di sini bahwa, segala respon pikiran dan perasaan kita berasal dari persepsi kita. Apakah kita punya pengetahuan dan pengalaman tentang hal tersebut dan bagaimana kita merekam respon-respon terhadap hal itu. Kita coba sadari bersama yuk. Coba diingat, atau pernahkah kalian mendengar, melihat atau bahkan mengalami kalian dibanding-bandingkan, atau orang sedang membandingkan satu dengan lainnya, entah dirinya dengan orang lain, atau orang lain dengan orang lainnya. Informasi tersebut tersimpan dalam memori kita yang membentuk persepsi, bahwa kalau orang itu seperti ini seperti itu artinya dia hebat, pintar, cantik, keren, dll. Kalau orang itu begini begitu, artinya dia itu jelek, ga oke, ga pinter, dll dst. Iya, persepsi itu terbentuk menjadi program Pikiran Bawah Sadar kita, yang memiliki kekuatan mendorong dan mengarahkan diri kita dalam berkata-kata, bersikap dan bertingkah laku.

Karena sudah menjadi program diri kita, maka ketika kita melihat postingan-postinga berseliweran di media sosial, otak kita seolah secara spontan mengatakan, “Wah dia keren yaa, kalau aku bagaimana?” Padahal, kita juga tahu bahwa setiap individu itu unik, berbeda. Setiap orang memiliki kelebihan dan kekuatannya masig-masing, bahkan kelemahannya juga sendiri-sendiri.

Mengapa kita tidak berhenti sampai di…, “Wah dia keren ya, alhamdulillah rezeki bisa kenal dengan dia, dengan orang-orang keren. Aku bisa belajar hal itu dari dia, jika Aku menginginkan. Wah memang keahlian dan kelebihan dia disitu ya… Dia memotivasi Aku…Aku akan mengasah kebisaan, kekuatan dan kelebihan aku lebih baik lagi.”

Pikiran kita itu tricky, dan bisa kita arahkan. So, arahkan terus yaa pikiran kita kepada segala hal yang kita inginkan terjadi untuk kebaikan dan kemajuan hidup kita, bukan justru memikirkan apa yang tidak kita inginkan terjadi dalam hidup kita.

Oh iya, alhamdulillah wa syukurillah, remaja putri tadi, setelah melakukan sesi hipnoterapi bersama Saya sebanyak 2x, dia menjadi semangat belajarnya dan tidak lagi merasa dirinya tidak cantik. Karena kenyataannya memang dia seorang putri remaja yang sangat manis, cerdas, pandai, tinggi, dan menyukai berbagai olahraga, terutama basket. Dan yang mengharukan sekaligus mengagumkan, dia mampu membuat dirinya mencapai nilai tertinggi ujian di tingkat seluruh kelasnya/angkatannya. Kok bisa ? Iya bisa, dengan metode hipnoterapi, kita bisa mengakses program Pikiran Bawah Sadar kita, kemudian kita ‘perbaiki’ atau kita ‘luruskan’ program-program yang sekiranya menghambat atau merugikan diri kita.

Luar biasa yaa… begitu hebatnya pikiran kita, bisa mendorong kita untuk melakukan hal-hal yang bahkan belum pernah kita capai atau bahkan kita merasa tidak mungkin terjadi, dengan memprogram ulang pikiran kita. Iya, putri remaja tersebut belum pernah selama ini mendapatkan peringkat teratas di seluruh sekolahnya, di seluruh kelasnya bahkan. Saya pun ikut bangga padanya.

Nah, ibu yang satunya, Saya menemukan 2 hari berikutnya dia memposting video berisi tutorial menjahit sebagai kebiasaannya, padahal saat bercerita dengan Saya, dia mengatakan ada aja alasan untuk tidak merekam padahal dia begitu ingin sekali melakukannya, dengan tujuan mendokumentasikan kebisaannya kelak buat putrinya, dan memberi manfaat buat banyak para pemula yang ingin belajar menjahit. Bravooo… Luar biasa yaa…

Nah, kalau kamu… Apa yang menjadi kekuatan kamu ? Kamu sudah lakukan apa terhadap kekuatan/kelebihan kamu untuk kamu fokuskan? Gimana kisah pengalaman kamu dalam bermedia sosial ? Kalian boleh kirim surat ke Saya untuk berbagi cerita ya…

Terima kasih sebelumnya, salam hangat dan sayang dari jauh, dari Saya,

Lusia P., S.Pd.,C.P.Ht.,C.M.M.F., C.N.V.T., C.T.H., C.P.N.N.L.P.
IG @lusiapw
FB Lusia Pansilawatiningsih
Youtube Ruang Inspirasi Lusi
Kota Wisata Cibubur, Bogor – 085701101997

Hmmm, Pls Ngomong Ya…

Ngomong Yaa…

Saya termasuk salah satu yang menyadari betapa komunikasi itu sangat penting. Mungkin pada saat saya kecil, orang tua tidak atau belum menerapkan seperti apa yang saya pahami hari ini, namun kesadaran-kesadaran akan itu baik dari literatur, pendidikan, dan pengalaman menjadikan saya begitu concerm terhadap hal ini. Ya, komunikasi.

Saya menerapkan dan membiasakan kepada anak-anak untuk mereka mampu menyampaikan secara verbal apa yang mereka rasakan. Ketika mereka jengkel, kesal, sedih, komplain, dll tidak dengan cara memperlihatkan muka kesal, tingkah laku kesal, dan lainnya. Saya akan mendekati dan mengatakan, “ada apa siy ?” “Ayo dong diomingin aja, mama kan ga bisa baca pikiran kamu.”

Yess, ini dia, karena ketika kita berusaha membaca pikiran anak-anak kita berdasarkan sikap atau tingkah laku yang mereka perlihatkan saja, tanpa konfirmasi verbal dari yang bersangkutan, yang ada adalah kita menjadi sok tahu, dan membuat persepsi sendiri, yang bisa jadi bahkan seringkali salah. Dan hal ini membuat masalah menjadi lebih rumit, kacau dan semrawut. Walhasil membuat keadaan dan hubungan menjadi lebih tidak kondusif.

Cara menyampaikan pun saya benar-benar berusaha sekali menyadari, untuk menyampaikan dengan cara-cara yang ekologis, santun atau baik. Meski seringkali sulit menyampaikan dengan cara yang tenang ketika kita sedang kesal, namun, ketika kita menyadari sejenak, kita bisa menurunkan sedikit level emosi yang ada yang sedang negatif, menjadi sedikit lebih ekologis.

Saya terapkan tidak hanya ke diri saya sendiri namun juga sebisa mungkin membiasakan menerapkan hal ini dengan sering mengingatkan ke anak-anak. Bahwa mereka bisa duduk, tarik nafas, kemudian bicara. Saya biasanya juga dengan memberikan sedikit stimulus seperti, “Kesal sama siapa, sama mama, papa, adik/kakak, sekolah, atau apa ?”

Tentang cara atau alur ke mana mereka bisa mencurahkan rasa, isi hati nya. Bisa ke Saya sebagai mamanya, Ayahnya, atau ke yang bersangkutan langsung. Tentu dengan memberitahu seperti “Mama, aku mau ngomong.” 😊😁

Memang tidak lah mudah, namun saya yakin dengan sedikit kesadaran yang selalu ditimbulkan setiap waktu kita mampu menyadari yang kemudjan mengubah saat itu, bila sering kali kita lakukan, saya yakin itu akan memberi pengaruh. Tertanam sedikit demi sedikit yang seiring waktu bisa menjadi kuat. Menjadi nilai dan kebiasaan yang kuat.

Seperti hal nya dengan kondisi masyarakat saat ini, negara kita tercinta. Bila masyarakat menyadari bahwa dengan menyampaikan aspirasi dengan cara yang ekologis, akan justru memberi dampak yang lebih baik, ketimbang dengan cara-cara seperti anak-anak yang sulit menyampaikan pikiran dan perasaan atau emosinya secara verbal. Mereka umumnya cenderung memperlihatkan secara non verbal seperti menangis, rewel, merusak, membuat rusuh, dll.

Kita pun boleh memperlihatkan atau mengekspresikan perasaan dan pikiran kita secara emosional non verbal juga, namun disanding dengan kesadaran kedewasaan dan kebijaksanaan tentu akan jauh lebih menyenangkan banyak pihak. Menimbulkan respect dan akhirnya memberi pengaruh pemahaman yang lebih baik ketika didampingi kemudian dengan penyampaian secara verbal yang ekologis juga.

Semoga Saya dan kita semua bisa terus menghadirkan kesadaran-kesadaran baik, sehingga memampukan diri kita untuk terus lebih baik. Memberi pengaruh pada lingkungan kecil kemudian pada lingkungan lebih besar, masyarakat, bangsa dan negara kita tercinta, demi kebaikan dan kemajuannya.

Demikianlah kenyataannya.

Salam hormat dan bahagia… 🙏🙏🙏♥️♥️♥️

Lusia P., S.Pd., C.P.Ht., C.M.M.F., C.N.V.T., C.P.N.N.N.L.P., C.T.H.
IG : @lusiapw
FB Lusia Pansilawatiningsih
Youtube Ruang Inspirasi Lusi
WA : 085701101997

KEBAHAGIAAN & KESUKSESAN SEJATINYA DIRI

KEBAHAGIAAN & KESUKSESAN SEJATINYA DIRI
Banyak sekali definisi kebahagiaan dan kesuksesan. Namun, ketika mengikuti definisi-definis yang ada di 'luar diri' akan banyak sekali orang menemukan kekacauan dan kegalauan diri. Barometer pencapaian kebahagiaan dan kesuksesannya tak jua menemukan titik 'kepuasan'.
Kawan, temukanlah kesejatian kebahagiaan dan kesuksesan diri sendiri. Sejatinya diri memiliki definisinya sendiri. Karena diri sendiri yang merasa, dan menikmati.
Bila hingga saat ini belum juga menemukannya. Beri waktu dan ruang pada diri sendiri untuk 'jeda' sesaat dari hiruk pikuknya 'dunia'. Kapanpun dan dimanapun ambillah jeda, renungkan dan resapi hadirnya sejatinya diri. Seiring dengan tarikan dan hembusan napas yang ringan, lembut dan indah, temukan kehadirannya.
Selami lebih jauh dan dalam, ke dalam kedalaman kenyamanan dan kedamaian diri. Temukanlah jawabannya. Unik, indah, serasi dan harmoni dengan diri dan sekitar.
Ketika menemukan, teruslah berjalan dalam koridornya. Maka dalam perjalanan tak jua kegalauan mengacaukan. Teruslah bergerak, berjalan. Tiada yang mampu menembus batas diri dan kesembuhan selain diri sendiri yang mampu melampaui. Jangan terjerat pada pikiran dan rasa yang membatasi.
Nikmati naik dan turunnya seperti mengayuh sepeda, temukan keseimbangannya. Dan bersiaplah bersinar, terus bersinar dan menyinari, menerangi sekeliling dan dunia. Lepas dan bebaskan keindahan jiwa demi diri dan semesta.
Salam sehat, bahagia...
🤍❤💕🙏

MENJADI TUAN RUMAH (bagi diri) YANG RAMAH SOPAN SANTUN DAN BIJAK.

MENJADI TUAN RUMAH (bagi diri) YANG RAMAH SOPAN SANTUN DAN BIJAK.
Pagi dan malam silih berganti. Begitu juga musim yang senantiasa berganti. Sadarilah kejadian alam ini sebagai bagian dari kehidupan. Maka kita belajar sesuatu dan bisa menyadari untuk kehidupan diri ini. Bahwa tiada yang tetap, tiada yang selamanya. Segala sesuatu berubah. Peristiwa, segala situasi kondisi, perasaan, pikiran senantiasa berubah.
Maka, teman-teman yang saat ini sedang bersedih, kecewa, dan segala pikiran dan perasaan tidak nyaman sedang melanda... sekedar sadarilah hadirnya. Dia tidak akan selamanya. Seperti perasaan terkejut bisa berganti dengan tenang, perasaan bahagia bisa berganti duka, dst.
Perlakukanlah mereka seperti tamu. Yaa mereka adalah tamu-tamu kita. Tanyakan apa tujuannya, kehadirannya mengunjungi, dan bagaimana diri bisa membantunya dengan serasi dan harmoni dengan seluruh penghuni rumah. Kadangkala butuh bantuan anggota keluarga lainnya, seperti membuatkan teh atau kopinya, atau mengarahkan tamu kita ke kamar mandi atau pintu keluar. Ijinkan singgah karena dia pun akan pamit kemudian.
Dan ketika dia sudah selesai, ijinkan dia pergi. Jangan terjebak untuk berlama-lama dengan segala pikiran dan perasaan tidak nyaman itu. Pasti semua terjalin kesepakatannya. Jangan menggenggamnya. Ijinkan dia pamit. Maka kita akan menjadi tuan rumah yang baik, sopan, santun dan mulia. Yang bisa menjaga rumah diri tetap sakinah mawaddah warrahmah, tetap dalam keadaan muthmainnah.
Mari pagi ini warnai dengan seni bernapas indah...
Lakukan breath in and out dengan ritme yang pelan, halus beberapa kali, dengan memejamkan mata sejenak.
Tarik napas seraya menarik/mengambil semua ketidaknyamanan, dan hembuskan seluruh ketidaknyamanan, melepasnya dengan sangat rela. Anda bisa berkata-kata pada seluruh diri 'penghuni rumah' dengan segala kalimat baik dan bijak.
Selamat melakukan yaa....
Selamat pagi semua, selamat beraktivitas yaa.... senantiasa berkah mengalir aamiin...
💕💕💕💕💗💗💗