Anakku Picky Eater dan Susah Sekali Mencoba Makanan Baru, Harus Bagaimana ?

Di era seperti saat ini, dimana sangat berlimpah makanan instan, dan penuh dengan bahan artifisal, gurih, manis, tidak natural atau alami, memang sedikit banyak memiliki dampak yang kurang sehat dan baik bagi manusia. Dampak baiknya adalah,

  1. Semakin mudah kita menemukan berbagai makanan dengan beraneka rasa yang mungkin sulit kita dapatkan dari bahan makanan alami.
  2. Semakin mudah bagi kita untuk menyiapkan makanan tanpa membutuhkan menghabiskan waktu dan tenaga lebih banyak.
  3. Semakin mudah menemukan makanan-makanan yang dibutuhkan di waktu-waktu dan tempat yang jika sebelumnya akan sulit untuk kita dapatkan.

Namun, dari beberapa dampak baik ini, ada pula dampak yang kurang sehatnya. Bagi para orang tua bekerja, seringkali untuk memudahkan mereka dalam memberi makan anak-anak, adalah dengan menggunakan berbagai varian makanan instan. Baik yang secara kemasan siap saji, seperti bubur instan, susu formula, dan lainnya, maupun dari bahan-bahan siap saji, seperti ayam olahan, beras olahan, sayuran olahan, dan seterusnya.

Ketika para orang tua terbiasa seringkali – meski mungkin tidak setiap hari atau setiap waktu – memberikan jenis-jenis yang non alamiah, membuat indra perasa anak terbiasa dengan rasa-rasa, tekstur dan jenis-jenis makanan yang non alami. Sehingga banyak diantara orang tua seringkali menemukan kesulitan ketika ingin membiasakan anak untuk kenal dan mencoba makanan-makanan yang banyak mengandung bahan dan jenis yang alami, seperti buah-buahan, sayuran, daging hewani, dan lain-lain.

Hal ini tentu secara kesehatan memberi dampak kurang baik, karena sumber zat-zat penting yang dibutuhkan oleh tubuh manusia utamanya ada di bahan-bahan jenis makanan alami. Seringkali juga dijumpai karena hal ini, anak-anak mengalami stunting. Menurut WHO (2020) stunting adalah pendek atau sangat pendek berdasarkan panjang/tinggi badan menurut usia yang kurang dari -2 standar deviasi (SD) pada kurva pertumbuhan WHO yang terjadi dikarenakan kondisi irreversibel akibat asupan nutrisi yang tidak adekuat dan/atau infeksi berulang/kronis yang terjadi dalam 1000 HPK. 1000 HPK adalah fase kehidupan yang dimulai sejak terbentuknya janin pada saat kehamilan (270 hari) sampai dengan anak berusia 2 tahun (730 hari). Pada periode inilah organ-organ vital (otak, hati, jantung, ginjal, tulang, tangan atau lengan, kaki dan organ tubuh lainnya mulai terbentuk dan terus berkembang. Masa 1000 HPK adalah 270 hari dalam kandungan (9 Bulan), 730 hari pasca melahirkan (sampai usia 2 tahun).

Selain itu, banyak orang tua menjadi merasa kesulitan dengan situasi kondisi ketika anak berada bersama lingkungan umum seperti sekolah, acara keluarga, ketika berada di luar rumah untuk liburan, hiburan. Anak tidak mau makan apa-apa yang di luar dari kebiasaan yang mereka makan di rumah. Seringkali anak-anak seperti ini digolongkan sebagai anak Picky Eater.

Picky eater setidaknya bisa dibedakan menjadi 7 jenis berdasarkan perilakunya (sumber : primayahospital.com), yakni:

  • Regresor: anak dari awalnya lahap memakan semua jenis makanan tiba-tiba jadi pilih-pilih makanan pada usia tertentu
  • Pembenci rasa: anak hanya suka makan makanan yang tanpa rasa atau hambar, seperti susu murni, unsalted butter, sereal gandum dengan susu, dan biskuit
  • Penyuka minum: anak sangat sulit diberi makan makanan padat, hanya mau minum susu atau jus
  • Perasa tekstur: anak enggan makan makanan tertentu dengan alasan teksturnya, misalnya wortel dianggap terlalu keras, puding terlalu lembek, atau bakso terlalu alot
  • Pemuntah: anak selalu membuat gestur seolah-olah menahan muntah dengan menutup mulutnya atau justru sering muntah ketika makan sendiri ataupun disuapi
  • Pemilih bentuk: anak hanya mau makan makanan dengan bentuk sajian tertentu, misalnya sop dengan isian dipisah, tidak dicampur di satu mangkok
  • Pemilih warna: anak hanya mau makan makanan dengan warna tertentu

Lantas, apa yang harus dilakukan orang tua ketika mulai menyadari dan menemukan kebiasaan anak yang hanya mau makan makanan tertentu saja atau sulit untuk mau mencoba makan makanan baru, atau kesulitan makan dengan bentuk, rasa, tekstur yang berbeda dari kebiasaannya.

Kesadaran yang muncul dari orang tua sendiri merupakan sesuatu yang sangat baik dan penting. Bahkan jika anak-anak terbiasa diasuh oleh selain orang tua, atau ada bantuan dari pihak lain seperti nenek, atau pengasuh, suster dan lainnya, amat sangat dibutuhkan. Kesadaran ini yang nanti akan memudahkan orang tua untuk mau ikut berproses menjalani perubahan-perubahan menuju hasil perubahan yang diharapkan untuk anak.

Proses perubahan bukanlah sesuatu yang mudah untuk dijalani. Karena dibutuhkan :

  1. komitmen
  2. terbukanya pikiran dan perasaan
  3. kemauan atau motivasi untuk belajar dan berproses

Baik, sekarang jika orang tua sebagai orang yang utama dan penting dalam apapun perubahan anak yang diinginkan, para orang tua bisa mulai melakukan tahapan-tahapan ini. Begitu sederhana dan mudah seharusnya. Berikut tahapan-tahapan yang harus dilakukan :

TAHAPAN MEMBANTU ANAK YANG MENGALAMI KESULITAN ATAU GANGGUAN MAKAN

  1. Meminta maaflah kepada anak, bahwa selama ini Anda sebagai orang tua yang begitu sayang dan peduli padanya (anak) menyajikan, memberikan berbagai makanan yang kurang sehat bagi tubuhnya. Anda sebagai orang tua belum terlalu cukup memiliki pengetahuan terhadap makan-makanan sehat bergizi. Semua makanan yang diberikan boleh dimakan, namun seharusnya tidak sesering dan sebanyak yang selama ini diberikan, misalnya.
  2. Ajak anak untuk berkomitmen bersama, buat kesepakatan-kesepakatan. Bahwa mulai dari sekarang dan seterusnya, Anda akan mulai memperkenalkan makanan-makanan yang sehat dan alami. Karena makanan alami ini lah yang sebenarnya banyak memiliki kandungan gizi dan zat yang dibutuhkan untuk kecerdasan, kesehatan, pertumbuhan bagi ananda.
  3. Buat kesepakatan dan perjanjian, kapan saja makanan yang biasa dimakan boleh ada tersedia di menu. Dan buat anak bersedia untuk mencoba bersama makanan baru yang ingin dicoba untuk dimakan. Jika merasa sulit, berjanjilah bahwa Anda tidak akan marah, membentak, kesal, dan lain-lain. Begitu juga anak, agar tidak marah, mogok makan, ataupun hanya meminta makanan lainnya yang biasa dimakan. Bantu anak untuk berjanji mau mencoba walaupun sedikit.
  4. Bantu anak untuk menanamkan terus menerus imajinasi terhadap makanan baru tersebut sebagai sesuatu yang enak, sehat, bergizi, dan memberikan dampak yang luar biasa bagi kesehatan tubuhnya. Gunakan semua indera anak, visualnya, auditorinya, kinestetiknya, perasanya, dan perabanya (VAKGO).
  5. Bantu di saat anak dalam kondisi rileks dan fokus, seperti ketika anak sedang menggambar, dibacakan buku cerita/dongeng, atau sebelum tidur dan sesaat terbangun dari tidur, berikan kata-kata motivasi sebagai sugesti dan afirmasi untuk anak. Tentu semua yang berkaitan dengan Self Worthnya, dan dikaitkan dengan makanan, kesehatan. Gunakan semua kata present time bukan past atau future time.
  6. Lakukan secara kontinyu dan konsisten, hingga terbentuk kesadaran-kesadaran baru, mindset baru tentang makanan berkaitan dengan kebaikan dan kemajuan atau kesuksesan dirinya, hingga terbentuk sikap-sikap dan kebiasaan-kebiasaan baru anak juga Anda sebagai orang tua.
  7. Berikan pujian dan sentuhan kasih sayang ketika meski hanya kecil sekali atau sedikit, anak mengalami perubahan-perubahan baik. Beri layanan terbaik, hadiah, dan juga pelukan serta kedekatan, keakraban secara waktu dengan anak.
  8. Anak Anda adalah manusia penuh potensi, bukan yang tidak tahu atau tidak akan mengerti apa-apa. Jangan under estimate anak ya, mereka juga memiliki otak, dengan pikiran-pikiran cerdas dan canggihnya. Jangan Anda mengira hingga merasa bingung kata atau kalimat seperti apa yang harus disampaikan, gunakan pada umumnya. Jika tidak tahu menjelaskan ke anak dengan bahasa anak (menurut banyak orang tua), tidak apa tetap gunakan bahasa dewasa atau ilmiah. Anak Anda adalah manusia cerdas, ingat ya. Pikiran bawah sadar manusia memiliki potensi tidak terbatas. Yang terpenting sampaikan dengan perasaan aman, nyaman dan penuh kasih kepada anak. Dan anak juga merasa nyaman, mengerti apapun yang Anda sampaikan. Sesuaikan dengan kecenderungan kesukaan anak, apakah visual, auditory atau kinsetetik.

Tetap konsultasikan ke dokter dan psikolog, untuk mendapatkan diagnosa yang benar-benar valid. Karena bisa jadi memang ada gangguan secara fisiologis ataupun psikologis sehingga mengalami kesulitan dan gangguan makan ini.

Selamat mencoba dan berusaha yaa… Satu lagi yang terpenting adalah doa. Ingat ya, anak Anda hebat, cerdas, baik, dan mampu untuk berubah. Hentikan pikiran dan kata-kata Anda yang meragukan anak Anda sendiri atau yang buruk, negatif, men-down-kan anak. Hati-hati IMPRINT yaa…

Salam sayang,

Lusia P.