konselor

Yuk, kuasai keterampilan sebagai Konselor

Yuk, kuasai keterampilan sebagai Konselor.

Mengapa kita butuh menguasai keterampilan sebagai seorang Konselor? Memang bisa ya? Kan butuh pendidikan khusus, atau pelatihan khusus! Konselor itu kan profesi para guru BK atau keterampilan yang dimiliki oleh seorang Psikolog, yaa, jadi kita ga perlu tahu tentang apa aja teknik-teknik konseling, apalagi menguasainya. Kalau kita memiliki masalah ke Konselor aja atau ke Psikolog aja.

Ada beberapa orang mungkin berpendapat seperti di atas. Saya secara pribadi, mengambil bidang studi Bimbingan Konseling, bukan sesuatu yang pure disengaja. Kala itu Saya mendapatkan undangan dari sekolah untuk mendaftar di Perguruan Tinggi tersebut, dan disodorkan untuk memilih jurusan yang sekiranya Saya minati. Saya amat berminat di bidang sains dan atau terapannya. Namun, berpikir, Why Not?!. Akhirnya Saya memilih jurusan yang ada di daftar tersebut yang tertulis jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan.

Tidak berharap, Saya akan masuk diterima di jurusan tersebut, karena masih menginginkan kuliah mendalami bidang sains terapan. Namun, pada akhirnya Saya berkuliah di jurusan tersebut. Dengan berbagai kisah yang lumayan panjang kenapa akhirnya memutuskan berkuliah disana. Mungkin karena Saya seorang yang menyukai belajar, dan rasa ingin tahu tentang bidang itu pun sedikit banyak ada, Saya mengikutinya dengan penuh keseriusan. Selain, ada ‘dendam’ tersendiri untuk belajar lebih serius di jenjang ini.

Selama proses pembelajaran hingga lulus, Saya justru akhirnya merasa bersyukur Saya menjalani perkuliahan di bidang ini. Apalagi setelah lulus, kemudian bekerja sebagai keryawan eksekutif di bidang HRD, dan kemudian bisnis, dan berlanjut hingga hari ini sebagai seorang Ibu, Istri dan Hipnoterapis Profesional, sungguh sangat bermanfaat.

Hingga hari ini Saya memiliki pendapat dan pandangan, bahwa sesungguhnya keterampilan sebagai seorang Konselor sebaiknya dimiliki oleh setiap individu. Karena semua keilmuan dalam Konseling, amat sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini yang membuat Saya begitu passionate  untuk menyebarluaskan, menularkan, dan kuat untuk bisa secara aktif membuka kelas-kelas untuk setiap orang mempelajari keilmuan ini.

Bagaimana tidak, di dalam keilmuan Konseling ini, kita harus mempelajari lebih dulu tentang Self beserta komponen lainnya. Kita harus mengenali tahapan-tahapan serta tugas-tugas perkembangan diri kita, sehingga kita juga bisa lebih memahami orang lain. Bagaimana hubungan yang sehat bisa terbangun, bagaimana menghadapi masalah-masalah, bagaimana menempatkan diri dalam kehidupan, lingkungan dan dalam setiap peran yang dimiliki. Di sini tentu Saya tidak ingin memakai berbagai istilah-istilah rumit yaaa….

Yang terpenting lagi lainnya adalah bagaimana kita sebagai manusia memahami dan menguasai teknik-teknik komunikasi inter dan intrapersonal. Dan lebih luas lagi bagaimana menerapkan berbagai teknik pengembangan diri untuk diri kita sendiri.

Nah, bagaimana menurut Anda? Pentingkah? Bagi yang merasa membutuhkan atau tertarik untuk mempelajari ini, silakan bisa menghubungi kontak yang ada di menu CONTACT ME yaa… Dengan senang hati Saya berbagi dan belajar bersama.

Andapun bisa menjadi Konselor, apapun profesi dan latar belakang pendidikan, di mana level pendidikan Anda, karena Anda adalah manusia. Kita belajar bersama dasar-dasar dan prinsip-prinsip menjadi individu yang sehat, dan bagaimana menjalani hidup bersama sebagai makhluk sosial dengan sehat pula.

Anda akan bisa membantu diri sendiri, orang lain, keluarga, bahkan mungkin lebih banyak lagi orang lainnya. Bagaimana bisa berkomunikasi secara mengena dengan pasangan, orang tua, anak, remaja, dan dalam pergaulan atau peryemanan. Bagaimana mengatasi konflik, perselisihan, perbedaan, kesenjangan antara harapan dan kenyataan dan lain-lain. Bersama-sama bergandeng tangan membangun masyarakat yang sehat mental; pikiran dan emosi. Plus, teknik-teknik lainnya untuk menjaga dan merawat serta menyembuhkan kesehatan mental diri sendiri.

Salam sayang dan sampai jumpa.

#meniccommunication #menjadijadikonselor #konselingitupenting #keterampilankonseling #counselingskills #ketrampilankonseling #hipnoterapi #hypnosis #hypnoticrelationship

Kesehatan Mental; Keluhan Mental, Sakit Jiwa, Gila ???

Masih banyak sekali pemahaman yang kurang tepat terhadap stigma sakit jiwa. Perlu diketahui bahwa sakit jiwa memiliki banyak sekali spektrumnya. Bagaimana sih sebenarnya pemahaman yang tepat ?

Begini, diri kita terdiri dari 2 bangunan tubuh; yaitu tubuh fisik (raga) dan tubuh mental (jiwa). Keduanya begitu saling terhubung dan saling memengaruhi dengan sangat kuatnya. Kedua bangunan tubuh ini sangat penting bagi kita. Itu lah sebabnya kita butuh untuk bisa menjaga dan merawat kedua bangunan tubuh ini. Tidak hanya sekedar menjaga dan merawat tubuh fisik saja dengan makan, olahraga, tidur yang cukup, dan lain-lain. Namun, kita juga butuh untuk menjaga dan merawat tubuh mental kita dengan baik, seperti berpikir positif, menjaga perasaan dan hati untuk damai, tenang, bahagia, dan seterusnya.

Nah, ketika tubuh fisik kita merasa kurang baik, seperti mengalami kelelahan, pusing, pegal-pegal, bersin-bersin misalnya, kita pasti akan segera secara sadar membantu agar tubuh fisik kita kembali nyaman kan ? Kita cepat-cepat beristirahat, minum vitamin dan obat-obatan sederhana lainnya seperti mungkin minum penghilang nyeri, sakit kepala, dan flu. Juga mengasup banyak makanan yang bernilai gizi tinggi, minum vitamin, juga misalnya melakukan pijat, atau sekedar beristirahat di tempat tidur hingga bisa tidur beberapa waktu dengan lelap. Ketika tidak juga berangsur pulih, kita segera terpikirkan untuk menghubungi dokter bukan ? Membuat jadwal untuk bertemu, untuk mendapatkan pemeriksaan, dan mendapatkan resep obatnya, agar kita bisa segera pulih kembali dan bisa berkegiatan kembali dengan normal. Hingga kita menghubungi dokter (bantuan profesional) karena kita tahu bahwa kita membutuhkan tubuh fisik kita untuk sembuh, butuh cara, terapi agar sembuh. Dengan bantuan obat-obatan yang diresepkan dokter.

Demikian juga ketika kita merasa bingung, sulit tidur, merasa stres, semangat dan motivasi menurun, dan lain-lain dan seterusnya, kita seringkali memikirkan cara untuk membuat diri bisa bersemangat dengan melakukan cara-cara yang kita biasa lakukan. Misalnya dengan curhat, bepergian untuk sekedar refreshing, tidur, dan seterusnya. Namun, ketika kita merasakan semua gejala tersebut atau semua simtom itu tidak kunjung teratasi atau menghilang, sadari, bahwa artinya mental kita pun sedang butuh bantuan profesional. Segera hubungi konselor, psikolog, psikiater atau terapis kesehatan mental lainnya seperti hipnoterapis, psikoanalis, dan terapis psikologi lainnya. Apa bedanya dan kesamaan mereka, bisa membaca artikel tentang ini disini ya…

Jadi sahabat, kesehatan mental sangat penting juga sama hal nya dengan kesehatan tubuh fisik kita. Ketika kita merasa gejala-gejala secara pikiran dan emosi mengalami keluhan-keluhan yang mengganggu dan menghambat keseharian atau produktivitas kita, maka segeralah menghubungi para profesional kesehatan mental. Jangan lagi berpikir bahwa ini hal biasa, atau malah malu karena khawatir dengan persepsi yang kurang tepat bahwa kita mengalami sakit jiwa yang umum dipakai masyarakat dengan istilah GILA.

Kita cek juga definisi kesehatan mentalnya yuk. Menurut WHO (World Health Organization), kesehatan mental merupakan kondisi dari kesejahteraan yang disadari individu, yang di dalamnya terdapat kemampuan-kemampuan untuk mengelola stres kehidupan yang wajar, untuk bekerja secara produktif dan menghasilkan, serta berperan serta di komunitasnya.

Yess, kesehatan mental sangat berkaitan dengan kesadaran, di mana pusat kesadaran itu ada di otak kita. Meski secara spiritual (lebih jauh dan dalam) pusat kesadaran ada di suatu relung batin terdalam setiap individu yang telah mengenal hakikat dan sejatinya diri. Kesadaran merupakan pusat kendali yang berhubungan dengan kendali pikiran dan emosi (perasaan). Sehingga ketika kesadaran kita sehat, maka kita bisa dengan sangat baik mengendalikan pikiran dan emosi kita yang sangat dibutuhkan untuk menjalani berbagai peran dalam setiap aspek kehidupan dan keseluruhan hidup dengan sehat dan baik. Ketika jiwa atau mental kita (pikiran dan emosi) kita sedang mengalami kesulitan, tentu akan memengaruhi pula kesehatan tubuh fisik kita. Dan akhirnya memengaruhi produktivitas kita baik secara pribadi maupun sosial.

Kemkes RI menjabarkan kesehatan mental yang baik adalah kondisi ketika batin kita berada dalam keadaan tentram dan tenang, sehingga memungkinkan kita untuk menikmati kehidupan sehari-hari dan menghargai orang lain di sekitar. Seseorang yang bermental sehat dapat menggunakan kemampuan atau potensi dirinya secara maksimal dalam menghadapi tantangan hidup, serta menjalin hubungan positif dengan orang lain. Sebaliknya, orang yang kesehatan mentalnya terganggu akan mengalami gangguan suasana hati, kemampuan berpikir, serta kendali emosi yang pada akhirnya bisa mengarah pada perilaku buruk. Penyakit mental dapat menyebabkan masalah dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya dapat merusak interaksi atau hubungan dengan orang lain, namun juga dapat menurunkan prestasi di sekolah dan produktivitas kerja. (https://promkes.kemkes.go.id/pengertian-kesehatan-mental).

So, jangan lagi meremehkan hambatan-hambatan mental kita ya… Ber segera lah hubungi para konselor psikologi, atau psikolog. Dan ketika kita merasa sudah memengaruhi tubuh fisik, segera hubungi para psikiater (dokter spesialis kejiwaan) dan secara paralel segera lakukan terapi, buat janji dengan para terapis kesehatan mental, seperti para hipnoterapis (terapis yang membantu memulihkan kondisi pikiran dan emosi yang menghambat dengan metode hipnosis untuk bisa membantu kita melalui pikiran bawah sadar kita, di mana di sanalah gudang dari semua program emosi, pikiran, yang memengaruhi persepsi, keyakinan, cara pandang dan segala hal berkaitan dengan kepribadian, cara berbicara, kemampuan komunikasi, bersikap dan bertindak/kebiasaan) atau para terapis psikologi lainnya, dengan segala pengetahuan dan keterampilan yang mereka kuasai masing-masing.

Kalau kamu merasa bahwa Kesehatan Mental merupakan hal penting yang perlu diketahui kita semua, ikutan yuk, berpartisipasi dalam edukasi tentang Kesehatan Mental lebih massive lagi. Kamu bisa share artikel ini, berempati kepada mereka yang sedang mengalami kesulitan secara mental, serta mengajak lebih banyak lagi orang untuk memiliki pengertian serta persepsi yang lebih baik lagi terhadap mereka yang sedang mengalami kesulitan mental. Dukung mereka, sarankan untuk segera menemui para profesional kesehatan mental terdekat.

Terima kasih ya jika tergerak untuk berpartisipasi aktif. Terima kasih juga sudah mengunjungi dan membaca artikel ini. Silakan tuliskan di kolom komentar untuk bertanya seputar kesehatan mental dan yang berkaitan, atau jika membutuhkan tulisan lain untuk bisa saya share sebagai artikel di menu blog website ini.

Salam sayang, Lusia P. 💖🤗

Tenaga Bantuan Profesional Kesehatan Mental

IT'S OKAY WHEN YOU FEEL NOT OKAY

Dear sahabat, bagaimana kabarnya? Pernahkah kamu merasasedang ga baik-baik aja? Dan kamu bingung mau cerita dan mendapatkan solusi kemana.

Kamu coba cerita ke teman, diary, orang tua, sahabat, pasangan, ga juga bikin kamu merasa terbantu. Ga bisa semuanya disampaikan dengan benar-benar lega, puas.

Kamu coba browsing bagaimana cara agar kembali baik, cari tahu saat ini apa sebenarnya yang sedang dialami, dan apa saran dari g**g*e.

Semua ini malah membuat kamu semakin bingung, mau ke mana, harus apa dan bagaimana. Sebaiknya yang harus dilakukan adalah mencari bantuan profesional, tapi kamu bingung, bantuan profesional yang mana.

Nah, mungkin postingan ini bisa memberi pencerahan buat kamu untuk memilih bantuan profesional yang sesuai dengan kebutuhan kamu ya. Untuk saran terbaik di mulai dari mana boleh juga kamu dm untuk cerita, curhat atau sekedar ngobrol, diskusi, bahkan konsultasi juga boleh.

Semoga bisa membantu ya. Terima kasih atas like ❤️ nya, komennya 💬, save 📩 jika mungkin suatu saat dibutuhkan untuk dibaca lagi, dan share ↗ nya mungkin ada teman-teman yang membutuhkan atau kamu sorang influencer 🗣 atau yang juga suka menginformasikan menyuarakan, peduli tentang Kesehetan Mental.

Salam semangat selalu, You Are Not Alone...
Salam hangat,
❤️

#kesehatanmental #bantuanprofesional #tenagaprofesional #psikolog #psikiater #hipnoterapis #konselor #lusiahipnoterapiskeluarga #konselinghipnoterapiskeluarga #cibubur #jakarta #bogor #depok #bekasi 

KONSELOR : 

Tenaga bantuan profesional kesehatan mental melalui jalur pendidikan formal strata 1 Bimbingan dan Konseling, kemudian melanjutkan pendidikan profesi atau sertifikasi dengan spesifikasi bidang masing-masing seperti, Konselor Keluarga, Pasangan, Karir, Kecanduan Obat-obatan Adiktif, dan lain-lain. Ataupun melanjutkan strata 2 dan seterusnya.

Para Konselor bertujuan untuk membantu individu dalam memahami dirinya, sehingga mampu untuk mengatasi hambatannya, menemukan alternatif solusi serta memutuskan pilihan yang terbaik terhadap hal yang menjadi perhatian atau masalahnya secara umum yang berkaitan dengan diri pribadi (termasuk karakteristik kepribadian, pengembangan diri), sosial (termasuk hubungan, pasangan, keluarga, pertemanan), belajar (termasuk pemilihan jurusan, bakat, minat), maupun karir.

Mereka akan membantu dalam sesi-sesi konseling, serta bimbingan baik secara individu maupun kelompok.

PSIKOLOG : 

Tenaga bantuan profesional melalui jalur pendidikan formal strata 1 bidang Psikologi, kemudian melanjutkan strata 2 bidang profesi Psikologi sebagai Psikolog.

Psikolog bertujuan membantu individu dalam mengenal dan mengembangkan dirinya serta membantu mengatasi hambatan secara psikis atau mental. Para Psikolog bisa melakukan tes (Psikotes) seperti intelijensi/IQ, bakat, minat, kepribadian dan lainnya, serta melakukan dan memberikan diagnosa terhadap keluhan dan hambatan psikis klien. Selanjutnya mereka akan membantu melalui sesi konseling serta bantuan terapi psikologi (Psikoterapi) lainnya sesuai dengan kebutuhan klien.

Para Psikolog diantaranya juga memiliki kekhususan dalam area layanannya seperti Klinis, Anak dan Remaja, Keluarga, dll.

PSIKIATER : 

Tenaga profesional kesehatan mental melalui jalur pendidikan formal strata 1 Kedokteran Umum, kemudian melanjutkan Strata 2 spesialisasi Kejiwaan/Psikiatri. Mereka disebut Psikiater.

Para Psikiater bertujuan membantu individu yang mengalami keluhan kejiwaan secara medis atau jalur kedokteran. Dalam terapinya mereka menggunakan farmakologi atau obat-obatan yang diresepkan, membantu individu mengatasi keluhan-keluhannya. Para Psikiater juga menganalisa dan mendiagnosa individu (pasien) terhadap apa yang dialami secara mental/psikis/kejiawaan.

Selanjutnya ada beberapa yang memberikan perlakuan sebagai kelanjutan terapi dengan melakukan konseling dan teknik-teknik terapi lainnya, sesuai dengan keahlian mereka masing-masing.

HIPNOTERAPIS : 

Tenaga bantuan profesional kesehatan mental melalui jalur pendidikan formal maupun non formal. Diantaranya adalah sarjana strata 1 maupun 2 dan 3 bidang apapun, yang kemudian secara formal dan non formal mempelajari serta menguasai keilmuan dan keterampilan bidang Hipnosis dan teknik-teknik olah pikir dan emosi atau Hipnoterapi; Hipnosis untuk tujuan terapi, secara Profesional, melalui proses, syarat dan ketentuan sesuai dengan negara dan asosiasi profesi yang berlaku.

Mereka membantu individu dalam mengatasi keluhan yang berkaitan dengan pikiran dan emosi melalui sesi konseling dan sesi-sesi Hipnoterapi. Bertujuan agar individu (klien) mampu memahami hambatan-hambatan dirinya secara pikiran dan emosi (cara berpikir, keyakinan-keyakinan dan emosi-emosi yang menghambat) serta potensi-potensi diri dalam Pikiran Bawah Sadarnya sehingga individu lebih mampu berdaya guna dengan memanfaatkannya untuk mengatasi berbagai hambatan dirinya.

Diantara mereka juga bisa memberikan bantuan kepada individu keterampilan terapi mandiri yang umum disebut Self Hypnosis, dll.

JANGAN MINTA JATUH CINTA

LIRIK LAGU

Saya adalah seorang penyuka musik dan lagu. Ga banyak genre lagu yang Saya suka memang, paling suka adalah pop, pop rock, pop jaz, dan semua jenis lagu yang menurut Saya bisa dinikmati atau enak didengar.

Seringkali lirik-lirik lagu itu menjebak. Wah menjebak bagaimana ? Ya, menjebak pikiran bawah sadar dengan kalimat-kalimat atau kata-kata yang tidak memberdayakan, bahkan menjadi implant negatif. Seperti contoh, jangan minta jatuh cinta karena jatuh itu sakit. Meski lanjutan liriknya bagus ya, … lebih baik bangun cinta. Dan masih banyak lagi lirik-lirik lagu yang menyampaikan bahwa cinta itu menyakitkan, apalagi bila bertepuk sebelah tangan, berpisah, putus, itu amat sangat menyakitkan, dll. Intinya jadi baper sangat dan lebay, meminjam istilah remaja jaman now.

 

AWARENESS

Mungkin iya adanya, ketika Saya yang dulu, sebelum seperti sekarang menyetujui semua lirik lagu itu semua. Namun, bersyukur ketika beberapa tahun lalu lamanya, mulai mengenal dan memahami lebih dalam lagi tentang ilmu-ilmu dan pengetahuan tentang teknologi pikiran, NLP, The Law of Attraction, The Secret, how powerful kalimat positif dan negatif bagi kenyataan kehidupan yang akan kita alami, dll. Dan hingga sekarang kesadaran/awareness itu semakin kuat, untuk secara otomatis menyadari hal-hal yang berkaitan dengan ini.

 

KISAH CINTA

Ketika mendengar lantunan lagu-lagu tersebut, pikiran kemudian melambung jauh, dan mendarat di suatu peristiwa yang menghentakkan dan menyadarkan Saya dengan sangat, tentang perasaan-perasaan atau emosi-emosi yang menyertai pengalaman kisah cinta Saya. Saat itu Saya memutuskan untuk tidak melanjutkan hubungan dengan pacar saya. Yang mana dia satu-satunya, yang pertama dan ketika memutuskan jalan bersamanya bertekad harus berakhir dengan pernikahan dan menjalani hidup bersamanya hingga akhir hayat memisahkan. Hmmm… klise yaa hahaha…. Saya pun mengingat itu geli juga, tapi Saya menghargai pengalaman-pengalaman tersebut, Saya membangun kesadaran bahwa Tuhan mengijinkan semua itu terjadi pada hidup Saya sebagai bagian dari pembelajaranNya. Terima kasih Tuhan…

Kejadian itu membuat Saya begitu terpuruk, padahal Saya yang memutuskan. Saya merasa karena sudah sekian tahun kami bersama dan menurut Saya, bukan membaik hubungan kami malah semakin memburuk. Dan entah bagaimana ada satu momen yang membuat Saya seolah sadar dan seolah Saya bisa merefleksi perjalanan hubungan tsb. Mungkin akan lebih baik bagi kita masing-masing untuk berpisah. Dan ketika berpisah, mungkin masing-masing justru akan memiliki kehidupan dan pasangan yang jauh lebih baik. Namun, saat itu berminggu-minggu pun Saya penuh air mata. Bagaimana tidak, selama itu, Saya ga pernah bisa membayangkan hidup tanpa dia, ketika terbayang sedikit aja, Saya bisa mewek abis-abisan… Hahaha… lebay abiss…

 

TERHENTAK

Dan, seorang teman baik yang sedang dekat saat itu, dengan santai bilang, “Putus pacaran itu biasa, hampir semua orang pernah ngalamin, jadi biasa aja.” Dia bilang lagi “Perasaan itu kan ga kekal, hari ini bisa cinta, besok bisa sedih, bisa benci, bisa dst.”

Widiiih…. Tetiba logika Saya tersentak… Seolah kemudian itu masuk begitu dahsyat, diolah, karena logika langsung mengatakan IYA JUGA, BENER BANGET ya…Dari situ entah bagaimana cara kerjanya, Saya begitu benar-benar menerima, bahkan seolah IYA KAN MEMANG BENER BEGITU. “Ih, iya yaa… kok gue gini banget yaa…”, batin Saya.

Sejak itu, logika itu benar-benar terus mengiringi, menjadi bagian dalam diri Saya tentang menghadapi berbagai kisah dalam hidup Saya. Meskiiii…. Ga juga siih bener-bener begitu, ada laah beberapa saat mengalami hal-hal yang umumnya dirasakan individu lain pada umumnya.

Namun, satu hal. Hal-hal itu menjadi sebuah kesadaran Saya yang akan dengan cepat meng counter hal-hal seperti lirik lagu, curhatan teman, dll. Dalam waktu-waktu praktek Saya sebagai konselor dan hipnoterapis hingga saat ini pun, bagian diri Saya yang memiliki kebijaksanaan itu akan selalu menolak setiap kalimat dan curhatan tentang hal-hal yang disadari, itu tidak sama sekali memberdayakan, bila tidak bisa dibilang terlalu ekstrim, ga bener.

 

CINTA ITU INDAH

Jadi, buat Saya jaman dulu yang begitu mendewakan CINTA, semakin bijaksana memandang dan memperlakukan CINTA itu sendiri. Yaitu sebagai sebuah perasaan indah sama dengan hal lainnya, yang Tuhan anugrahkan pada setiap insanNya.

Saya tidak akan membahas kaitan CINTA dengan Tuhan karena akan berbeda pembahasannya, dan meluas, mendalam, akan berbeda nantinya.

Pada kesempatan kali ini, Saya sekedar membahas CINTA dalam kaitannya hubungannya antar individu. Saya hanya sekedar mengajak, pada seluruh pembaca artikel-artikel Saya di blog Saya ini. Agar bisa semakin ‘menjaga’ diri untuk tetap berdaya positif dan memampukan diri mencitpa, mengkreasi segala kenyataan kejadian hidup yang positif-positif sesuai dengan segala harap, doa, cita-cita dan impian.

Ingatlah, apa yang kita pikirkan, ucapkan, rasakan, semua adalah DOA. Nah, siapa yang ingin seluruh kejadian dalam hidup ini segalanya adalah yang sesuai dengan harapan-harapan indah kita ? Maka ubahlah mulai sekarang, bangun kesadaran untuk tetap terus menyadari apapun yang masuk ke dalam setiap indra kita adalah yang positif saja, segala hal yang kita inginkan, harapkan.

Ada ga siy orang yang berharap keburukan, bisa jadi ada ya… Nah, bila memang itu yang dharapkan, diinginkan, mungkin ada sesuatu kejadian dalam hidupnya, menjadi sebuah implant negatif yang akhirnya tanpa disadari segala hal buruk adalah baik bagi dirinya.

Singkatnya, apapun yang memberdayakan, membuat diri menjadi lebih produktif, ceria, banyak memberi dan kasih serta bermanfaat buat banyak orang, itu adalah kebaikan hidup. Kebajikan-kebajikan yang membawa diri kita pada surga Nya. Itu yang Saya harapkan terjadi dalam hidup Saya dan teman-teman pembaca setia semua. Demikian kenyataannya.

 

Selamat meng attract apapun kebajikan, bagi hidup Anda.

 

Sabtu, 8 Juni 2019, Cibubur.