kesehatanmental

Saya Menyukai Sesama, Bagaimana ?

“Saya ini manusia laknat Bu… Saya masuk neraka kan Bu ? Ini bukan kemauan Saya, Saya juga ga tau kenaa Saya begini dan seperti ini.” begitu ungkapan hati seorang pemuda usia 20 tahunan ketika menjumpai Saya. Bahkan pemuda ini ingin sekali menghilang, entah bagaimana. Pemuda ini tidak mau memikirkan hubungan-hubungan, apalagi menikah. Merasa hidupnya benar-benar tidak bisa dia nikmati. Bergelut setiap harinya memusatkan diri hanya pada pekerjaan, meskipun harus berjibaku dengan semua kecemasannya. Serangan panik pun seringkali dialami, hingga mual dan muntah-muntah di mana pun, kapan pun. Pemuda ini tidak menyukai film porno, pertama kalinya dia menonton ketika diajak dan ditawarkan oleh temannya. Hanya selintas saja dia melihat dan tidak melanjutkan. Namun secara fisik, fungsi reproduksinya berfungsi dengan baik dan normal. Ereksi setiap pagi dan dalam kondisi yang normal dan baik.

Kami sebagai hipnoterapis mempelajari bagaimana simtom yang dirasakan dan dialami pemuda ini muncul. Saya pun menjelaskan bagaimana hal itu bisa terjadi. Meskipun berdasarkan teori yang telah teruji, namun tetap kami mengatakan BISA JADI hal tersebut berasal dari pengalaman-pengalaman masa lalu baik dialami secara visual, pendengaran, perasaan, pikiran, sehingga menjadi imprint. Imprint yang menjadi program di Pikiran Bawah Sadar membuat pemuda ini terdorong hanya menyukai sesama jenis saja. Kita hanya bisa mengeksplor secara murni, dengan membantu Klien itu sendiri mengakses Pikiran Bawah Sadarnya. Klien meniatkan dan mengijinkan dirinya untuk benar-benar masuk ke dalam kondisi trance yang sangat dalam, sehingga Klien dibantu oleh terapis bisa menemukan akar (emosi) penyebab simtomnya ini.

Dalam kondisi trance yang dalam, Klien ‘mendarat’ di lini waktu masa kecilnya di usia 4. tahun. Di mana dia sedang asik mencoba-coba mengenakan pakaian berupa dress kakaknya yang 5 tahun lebih dulu lahir. Sang kakak sedang sekolah, dan pemuda kecil ini, sedang asyik bermain sendiri sambil sekaligus mengenakan kerudung kakaknya.

Sang Ayah melihatnya, serta merta Ayahnya begitu kaget dan marah, mengangkat anak ini dengan membalikkan badannya, kaki di atas dan kepalanya di bawah, membuat pemuda dalam lini waktu di usia anak-anak ini menangis hebat. Ayahnya menyampaikan kata-kata yang menyakitkan, bahwa dia membuat malu orang tua, dan seterusnya. Ketika dibawa sampai ke Sang Ibu, Sang Ibu hanya meredakan amarah Sang Ayah dan meredakan tangisan anak ini. Anak ini merasakan ketakutan yang hebat, merasa tidak berdaya, tidak berharga, dan diperlakukan tidak adil. Si kecil ini merasa bahwa dia hanya sekedar bermain. Dia tidak bermaksud mempermalukan Ayahnya, Ibunya dan apapun yang dikatakan semua oleh Ayahnya. Beranjak remaja, pemuda ini seringkali di bully, dipukuli dan diejek dengan sebutan “bencong”. Pemuda ini tidak pernah sama sekali menceritakan setiap kejadian bully yang dialami, kepada siapapun. Sejak SD pemuda ini menyukai teman sebangkunya. Dan sejak itu pula pemuda ini mengalami masa-masa di bully oleh teman-teman sekolahnya.

Atas ijin Tuhan Yang Maha Kuasa, atas ijin Allah SWT, dan atas hasil usaha dari pemuda ini sebagai klien dalam sesi terapi ini, semua dapat diproses dengan baik. Pemuda ini semakin merasa berdaya, percaya diri dan NORMAL tidak ada cacat dan gangguan sedikitpun dalam hal orientasi sexualnya.

Sebuah pelajaran dan hikmah berharga. Bahwa Tuhan tidak pernah salah dalam mencipta. Setiap ciptaanNya begitu sempurna dan NORMAL. Sesuai dan selaras dengan semua sel dalam tubuhnya. Hanya kejadian-kejadian atau peristiwa dalam hidup individu yang membuatnya menjadi terganggu, tidak normal ataupun cacat atau rusak. Atau bahkan bisa membuatnya menjadi pribadi yang mulia, sukses, hebat, luar biasa.

Menjadi tanggung jawab kita bersama untuk membuat lingkungan yang sehat, aman dan positif bagi siapapun. Terutama dalam mengedukasi tentang betapa sangat memungkinkan segala MASALAH/KELUHAN bisa terbantu, bisa teratasi, bisa sembuh.

Salam hangat dan sayang, dari meja kerja klinik LaVanza Center Cibubur, sembari menanti klien berikutnya.

Tetap semangat menebar kebaikan dan solusi baik yaa….

Apa itu Hipnosis, Hipnoterapi dan Hipnotis ?

Apa itu Hipnosis dan Hipnoterapi ?

Masih banyak di masyarakat yang masih belum mengenal, mengerti dan memahami Hipnosis dan Hipnoterapi dengan tepat. Sanagt disayangkan jika belum memiliki pengetahuan yang tepat, karena betapa bagusnya keilmuan ini untuk bisa dirasakan menfaatnya.

Berikut yang perlu diketahui tentang Hipnosis dan Hipnoterapi. Yuk, kita simak.

Definisi hipnosis terbaru menurut APA (American Psychological Association), Divisi 30 (Society of Psychological Hypnosis), 2014 adalah sebagai berikut : “Hipnosis adalah kondisi kesadaran melibatkan perhatian terfokus dan berkurangnya kesadaran periferal yang bercirikan peningkatan kapasitas respons terhadap sugesti (Elkins dkk, 2015, p.6). Dan definisi hipnoterapi (atau hipnosis klinis) adalah pemanfaatan hipnosis dalam penanganan masalah medis atau psikologis (p.7).

Kemudian menurut AWGI (Adi W. Gunawan Institute), mendefinisikan hipnosis sebagai kondisi kesadaran bercirikan pikiran sadar rileks, fungsi kritis analitis pikiran sadar menurun, disertai meningkatnya fokus dan konsentrasi, sehingga individu menjadi sangat responsif terhadap pesan atau informasi yang diberikan kepada pikiran bawah sadar (Gunawan, 2017). Dan definisi hipnoterapi, menurut AWGI, adalah terapi, menggunakan teknik atau metode apa saja, yang dilakukan di dalam kondisi hipnosis, untuk mencapai tujuan terapeutik (Gunawan, 2017).

Dan menurut IBH (The Indonesian Board of Hypnotherapy), “Hypnosis adalah tentang segala sesuatu yang terkait dengan pengetahuan tentang pemodelan kesadaran (Conscious Mind dan Subconscious Mind), fenomena Trance, kekuatan sugesti, dan berbagai teknik dasar untuk membawa seseseorang ke kondisi Trance.” Sedangkan “Hypnotherapy adalah tentang segala sesuatu yang terkait dengan kekuatan sugesti yang dapat menghasilkan efek terapeutik (penyembuhan), pada umumnya berbagai teknik terapeutik ini diadopsi dari pengetahuan psikologi. Dalam dunia Hypnotherapy terdapat setidaknya 2 pendekatan, yaitu pendekatan yang masih dipengaruhi oleh paradigma psikologi klasik, sehingga cenderung untuk melakukan intevensi ke masa silam, dan pendekatan yang didasari oleh paradigma psikologi positif (Positive Psychology), yang lebih berorientasi ke masa depan (empowerment). The Indonesian Board of Hypnotherapy (IBH) memilih untuk menerapkan prinsip pendekatan Positive Psychology, yang relatif sangat aman, dan dapat diterapkan hanya dengan beberapa teknik Terapeutik dasar, dengan hasil yang efektif.”

Nah, berikut adalah definisi beberapa istilah seputar hipnosis dan hipnoterapi:

  • Hypnotic (eng), Hipnotik (bhs); sesuatu yang menghasilkan efek Hypnosis.
  • Hypnotic State atau Kondisi Hipnotik; suatu keadaan atau situasi/kondisi dimana seseorang cenderung lebih mudah menerima sugesti, disebut juga dengan istilah : Hipnosa, Trance.
  • Hypnotist (eng); Hipnotist (bhs); operator (seseorang) yang melakukan proses Hypnosis.
  • Hypnotherapist (eng), Hipnoterapis (bhs); Hypnotist yang menerapkan hipnosis sebagai metode terapi untuk menghasilkan efek terapeutik.
  • Hypnotism (eng), Hipnotism (bhs); segala sesuatu yang terkait dengan Hypnosis

Sementara banyak juga Hypnosis diterjemahkan dengan Hipnotis, dan memiliki arti yang sama. Namun, belakangan lebih banyak digunakan untuk merujuk terjemahan dari Hypnotist, seseorang yang melakukan Hipnosis.

Saya sendiri sebagai praktisi Hipnoterapis (klinis), sering menjelaskan kepada para klien dan peserta pelatihan (pembelajar) bahwa Hipnosis merupakan kondisi kesadaran yang berkaitan dengan gelombang otak. Di mana gelombang otak tidak pernah selalu dalam frekuensi atau gelombang yang selalu sama setiap waktu. Ketika gelombang otak kita berada di frekuensi tertentu, memberikan dampak yang berbeda-beda. Seperti ketika kita sedang tidur, maka gelombang otak kita berada di frekuensi kurang lebih 0,5 hingga 8 Hz (menurut berbagai sumber) atau populernya di gelombang Theta dan Delta, kondisi kesadaran tidur. Sedangkan hipnosis adalah kondisi kesadaran ketika gelombang otak berada di frekuensi kurang lebih 6/8 – 14 Hz, yaitu kondisi kesadaran Alpha dan Theta, tubuh fisik dan emosi begitu rileks, begitu kreatif, memory dan fokus meningkat. Pada kondisi gelombang otak dan kesadaran berada disini, fungsi kritis/faktor kritis/lapisan kritis/area kritis atau filter, melemah/terbuka, sehingga dengan sangat mudah bagi individu menerima berbagai informasi, pesan, sugesti, nasihat. Pikiran bawah sadar terakses, terbuka. Sehingga mampu memberikan banyak sekali sumber bagi individu untuk perbaikan/perubahan/penyembuhan mentalnya, atau memberikan banyak sekali efek terapeutik yang dibutuhkan.

 

Sumber : reasearchgate.net

Singkatnya, Hipnosis adalah “kondisi pikiran di mana fungsi kritis pikiran begitu sangat rileks dan fokus, sehingga mudah untuk menerima berbagai informasi.” Sementara Hipnoterapi adalah “metode terapi dengan memanfaatkan kondisi Hipnosis, yang bertujuan untuk memberi dampak terapeutik yang dibutuhkan individu, demi kebaikan dan kemajuan hidupnya.” (Lusia P. 2023)

Dalam kondisi sehari-hari, fenomena hipnosis yang seringkali dialami setiap indvidu diantaranya adalah;

  1. Ketika kita sedang mencari sesuatu meski sesuatu tersebut di depan mata kita, seolah kita tidak melihatnya. Sehingga sulit menemukannya. Bahkan orang lain yang membantu mencarinya dengan mudah menemukannya.
  2. Ketika ada terasa perih, sakit karena ada luka di tubuh seperti tergores, teriris, memar, dll, namun seringkali merasakannya bukan tepat saat individu mengalami luka atau benturannya. Dirasakannya setelah dalam kondisi rileks seperti sedang mandi, atau mencuci, membasuh tubuh setelah sekian waktu lewat setelah terjadinya luka.
  3. Ketika suara di sekitar yang memanggil, dan lainnya, tidak terdengar meski jarak dengan sumber suara begitu dekat.

Karena kondisi pikiran berada di tubuh setiap orang, maka sesungguhnya sehari-hari setiap individu pernah dan seringkali mengalami kondisi hipnosis. Itulah sebabnya kondidi hipnosis adalah kondisi alamiah pikiran atau gelombang otak.

Bisa dikatakan hampir sebagian besar yang bertugas ketika kita bicara, bersikap, bertingkah laku, bertindak, mengambil keputusan, semua atas hasil kerja dari Pikiran Bawah Sadar kita. Bagaimana tidak, seluruh hal yang kita lakukan, adalah hasil dari hal-hal yang pernah kita pelajari dan telah terisntall baik dalam pikiran kita, yaitu di Pikiran Bawah Sadar kita. Bagaimana kita makan, minum, berjalan, mengendarai kendaraan, sebagai contoh program-program pikiran kita. Kita tidak perlu mengkrtitsi, menganalisa, melogikakan kegiatan sehari-hari kita, seperti makan, berjalan, minum, mengoperasikan alat-alat teknologi, mencuci, membasuh, mandi, dll, dst.

Hanya ketika kita sedang melakukan kegiatan yang dibutuhkan logika, analisa, kritisisasi, kemauan, di situlah Pikiran Sadar kita bekerja.

Begitu besarnya fungsi Pikiran Bawah Sadar kita dalam keseharian hidup kita, karena di sanalah semua fungsi program pikiran, kepribadian, nilai dan prinsip-prinsip keyakinan tersimpan dan bekerja. Maka tidak heran, terapi diri menggunakan Hipnoterapi begitu efektif membantu kita. Karena terapis bekerja sama dengan klien dengan (bantuan) melalui Pikiran Bawah Sadar klien. Bahkan, ketika kita mampu mengenali cara kerja pikiran kita, kita mampu melakukan perbaikan-perbaikan, perubahan-perubahan terhadap diri kita sendiri. Dibutuhkan pengetahuan, keilmuan dan keterampilan yang mencukupi untuk memampukan diri kita sendiri melakukan terapi terhadap diri sendiri.

Begitu besar manfaat metode hipnosis ini dalam bidang terapi, sehingga sangat penting pemahaman yang benar dan tepat tentang hal ini. Dan sangat penting agar pemahaman yang benar dan tepat ini dapat diketahui oleh lebih banyak lagi masyarakat.

Silakan bisa dibagi untuk banyak orang lainnya artikel ini. Semoga bermanfaat dan bisa membantu. Demikianlah kenyataannya.

Salam hormat dan hangat,

Lusia P.

POLA ASUH VS PERKEMBANGAN JAMAN

Pola Asuh VS Perkembangan Jaman

Ada sebuah pesan luar biasa yang patut kita renungkan dan rumuskan kemudian kita praktikkan, dari sahabat Rasulullah SAW, Ali Bin Abu Thalib “Didiklah anak sesuai dengan zamannya karena mereka hidup pada zamannya bukan pada zamanmu”

Kalau kita sering mendengar, beda yaa anak jaman sekarang dengan anak jama dulu, dan jaman kita. Begitu seringkali komentar dari para orang tua yang mungkin bisa digolongkan usia kelahiran 1980 an ke atas.

Di era tahun 50 an sd 80 an istilah POLA ASUH mungkin masih menjadi sebuah frase yang jarang terdengar intens. Seolah anak-anak di era tersebut bertumbuh dan berkembang dengan sendirinya. Sebagian besar ortu pada masa itu cenderung hanya memberi makan, pakaian, membiayai sekolah, dan les-les yang umumnya bisa dikenali; ngaji, belajar menguasai alat musik seperti piano, gitar, dan biola.

Jika menganalisa tentang pola asuh orang tua atau keluarga. Pada jaman-jaman tersebut, hampir secara penuh dilakukan atau anak-anak mendapatkannya dari orang tua, keluarga. Kemudian ditambah pengaruh perkembangan pola pikir adalah dari lingkungan seperti pertemanan, lingkungan permaianan, sekolah dan guru.

Jauh sangat berbeda dengan masa sekarang, terutama era 90 dan 2000an di mana pola asuh sudah semakin meluas, anak-anak mendapatkan pola asuh juga dari gadget, dari dunia internet dan media sosial, atau kita sepakati istilah dunia ini adalah dunia internet.

Masa kini, gaya pengasuhan orang tua pun dipengaruhi sangat besar oleh internet. Sehingga sejak usia sangat dini pun anak-anak mereka banyak sekali terpapar dengan dunia internet.

Saya sebagai seorang ibu rumah tangga yang sehari-hari juga praktik sebagai konselor dan hipnoterapis keluarga, semakin merasa sedih. Menjadi sebuah peringatan besar bagi kita, tentang situasi dan kondisi anak-anak dan orang tua di jaman sekarang ini.

Bagaimana tidak, kondisi anak-anak sekarang, kurang lebih pun hasil dari generasi-generasi sebelumnya, apakah Anda setuju ? Dan pada akhirnya ini adalah tanggung jawab besar kita bersama.
Bukan berarti sedikit sekali anak-anak yang berprestasi dan bertumbuh kembang dengan baik, luar biasa. Namun, ada hal-hal di bagian lainnya yang perlu juga perhatian kita bersama.

Dibutuhkan sinergi yang kuat dan frekuensi yang intens antar berbagai pihak dan lembaga, seperti pemerintah, lembaga pendidikan, baik formal maupun non formal, para profesional di bidang pendidikan dan kesehatan baik mental maupun fisik, keluarga sebagai unit atau lembaga terkecil masyarakat dimana menjadi akar atau titik pangkal utama dalam masyarakat besar, bangsa, dan keseluruhan aspek dan lembaga terkait.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, dari website kemkes, disampaikan bahwa lebih dari 19 juta penduduk berusia lebih dari 15 tahun mengalami gangguan mental emosional, dan lebih dari 12 juta penduduk berusia lebih dari 15 tahun mengalami depresi, dan terjadi lonjakan hingga 32% pada tahun 2021, disampaikan oleh liputan6.

Sampai hari ini Saya masih menangani kasus anak dan remaja yang mengalami depresi dengan kasus berbagai usaha percobaan bunuh diri, usia terkecil di rumah praktik Saya adalah usia 12 tahun.

Hal ini sungguh sangat menyedihkan. Bisa diintisarikan hampir semua penyebab dari keluhan mental anak dan remaja ini adalah dari pola asuh orang tua dan keluarga serta lingkungan yang kurang kondusif terhadap tumbuh kembang psikologis anak dan remaja kita.

Hal ini butuh perhatian kita bersama untuk bisa disadari dengan penuh hormat dan kesungguhan untuk memperbaiki bersama. Bahwa banyak di kalangan orang tua yang juga butuh untuk penanganan intens dalam menyembuhkan luka-luka batin, luka pengasuhan, dan untuk memperbaiki serta meningkatkan masing-masing pribadi dalam berhubungan dengan anak dan remaja.

Bagaimana ketrampilan komunikasi yang baik, bagaimana mengenali karakter diri dan kemudian karakter anak, bagaimana memandang diri dan kehidupan, sehingga kedewasaan, kematangan serta kebijaksanaan menjadi bagian setiap pribadi masyarakat Indonesia.

Bahkan nilai-nilai luhur bangsa, nilai-nilai mulia agama dan spiritual, terutama TAUHD agar lebih dikuatkan dikokohkan. Anak- anak bukan menjadi penyaluran ambisi orang tua ketika mereka disekolahkan di sekolah-sekolah berbasis agama, pesantren, dan lainnya. Dan bagaimana teladan itu jauh lebih sangat baik. Mendidik anak dengan teladan, dengan penuh kejernihan dan kebeningan hati, inti agama yang penuh welas asih, kearifan kebijaksanaan, dan TAUHID yang paling utama.

Sehingga tidak ada lagi anak-anak dan remaja yang bahkan membenci agama dari orang tuanya sendiri. Menimbulkan kecemasan, rasa insecure, dan lainnya. Yang banyak saya tangani dalam rumah praktik Saya. Bukankah agama itu jalan, untuk mengenal dengan sebenar-benarnya Tuhan, Allah SWT yang Maha Pengasih dan Penyayang, sehingga mampu mengingatNya penuh cinta, damai, muthmainnah.

Public figure, tokoh masyarakat, figur-figur otoritas seperti guru, para pemimpin, tokoh idola, orang tua diharapkan menjadi orang-orang pertama yang berubah signifikan dalam mencapai perubahan ini. Berharap semakin banyak bermunculan komunitas-komunitas dan organisasi-organisasi kegiatan bagi anak dan remaja yang bisa mendukung hal ini, diprakarsai oleh pemerintah dan berkolaborasi dengan non pemerintah lainnya.

Sehingga kita semua tanpa kecuali, bisa menyikapi dan memperlakukan setiap anak dan remaja seperti anak kita sendiri, welas asih, empati, pengertian, adil dan berjalannya pola membimbing dan mendidik dalam sikap-sikap dan pola pikir, pola mental setiap kita.

Bukankah bangsa yang kuat adalah bangsa yang mementingkan kebersamaan? Berharap tidak akan ada lagi para orang tua yang menghakimi anak dan remaja seperti bukan anaknya sendiri, diperlakukan seolah tidak berharga dan sama-sama sebagai manusia. Tidak ada lagi perlakuan terhadap anak dan remaja seolah mereka tidak punya hati dan harga diri. Namun bukan berarti memanjakan sehingga mereka sulit mampu mandiri, bertanggung jawab, penuh inisiatif dan kuat secara fisik dan mental.

Yuuk, para orang tua kita ‘bersih-bersih’ luka dan imprint yang merugikan diri dan anak-anak serta keluarga kita. Yuk bersahabat dengan dunia kesehatan mental karena hal ini amat sangat penting peranannya dalam pendidikan karakter juga. Bersahabat dengan para fasilitas layanan kesehatan mental.

Salam hangat dan sayang,

Lusia P., S.Pd., C.M.Ht.
Family Counseling and Hypnotherapy of LaVanza Learning and Therapy Center, Cibubur.
085701101997 – IG @KonselingHipnoterapiKeluarga IG @lusiapw

Kesehatan Mental; Keluhan Mental, Sakit Jiwa, Gila ???

Masih banyak sekali pemahaman yang kurang tepat terhadap stigma sakit jiwa. Perlu diketahui bahwa sakit jiwa memiliki banyak sekali spektrumnya. Bagaimana sih sebenarnya pemahaman yang tepat ?

Begini, diri kita terdiri dari 2 bangunan tubuh; yaitu tubuh fisik (raga) dan tubuh mental (jiwa). Keduanya begitu saling terhubung dan saling memengaruhi dengan sangat kuatnya. Kedua bangunan tubuh ini sangat penting bagi kita. Itu lah sebabnya kita butuh untuk bisa menjaga dan merawat kedua bangunan tubuh ini. Tidak hanya sekedar menjaga dan merawat tubuh fisik saja dengan makan, olahraga, tidur yang cukup, dan lain-lain. Namun, kita juga butuh untuk menjaga dan merawat tubuh mental kita dengan baik, seperti berpikir positif, menjaga perasaan dan hati untuk damai, tenang, bahagia, dan seterusnya.

Nah, ketika tubuh fisik kita merasa kurang baik, seperti mengalami kelelahan, pusing, pegal-pegal, bersin-bersin misalnya, kita pasti akan segera secara sadar membantu agar tubuh fisik kita kembali nyaman kan ? Kita cepat-cepat beristirahat, minum vitamin dan obat-obatan sederhana lainnya seperti mungkin minum penghilang nyeri, sakit kepala, dan flu. Juga mengasup banyak makanan yang bernilai gizi tinggi, minum vitamin, juga misalnya melakukan pijat, atau sekedar beristirahat di tempat tidur hingga bisa tidur beberapa waktu dengan lelap. Ketika tidak juga berangsur pulih, kita segera terpikirkan untuk menghubungi dokter bukan ? Membuat jadwal untuk bertemu, untuk mendapatkan pemeriksaan, dan mendapatkan resep obatnya, agar kita bisa segera pulih kembali dan bisa berkegiatan kembali dengan normal. Hingga kita menghubungi dokter (bantuan profesional) karena kita tahu bahwa kita membutuhkan tubuh fisik kita untuk sembuh, butuh cara, terapi agar sembuh. Dengan bantuan obat-obatan yang diresepkan dokter.

Demikian juga ketika kita merasa bingung, sulit tidur, merasa stres, semangat dan motivasi menurun, dan lain-lain dan seterusnya, kita seringkali memikirkan cara untuk membuat diri bisa bersemangat dengan melakukan cara-cara yang kita biasa lakukan. Misalnya dengan curhat, bepergian untuk sekedar refreshing, tidur, dan seterusnya. Namun, ketika kita merasakan semua gejala tersebut atau semua simtom itu tidak kunjung teratasi atau menghilang, sadari, bahwa artinya mental kita pun sedang butuh bantuan profesional. Segera hubungi konselor, psikolog, psikiater atau terapis kesehatan mental lainnya seperti hipnoterapis, psikoanalis, dan terapis psikologi lainnya. Apa bedanya dan kesamaan mereka, bisa membaca artikel tentang ini disini ya…

Jadi sahabat, kesehatan mental sangat penting juga sama hal nya dengan kesehatan tubuh fisik kita. Ketika kita merasa gejala-gejala secara pikiran dan emosi mengalami keluhan-keluhan yang mengganggu dan menghambat keseharian atau produktivitas kita, maka segeralah menghubungi para profesional kesehatan mental. Jangan lagi berpikir bahwa ini hal biasa, atau malah malu karena khawatir dengan persepsi yang kurang tepat bahwa kita mengalami sakit jiwa yang umum dipakai masyarakat dengan istilah GILA.

Kita cek juga definisi kesehatan mentalnya yuk. Menurut WHO (World Health Organization), kesehatan mental merupakan kondisi dari kesejahteraan yang disadari individu, yang di dalamnya terdapat kemampuan-kemampuan untuk mengelola stres kehidupan yang wajar, untuk bekerja secara produktif dan menghasilkan, serta berperan serta di komunitasnya.

Yess, kesehatan mental sangat berkaitan dengan kesadaran, di mana pusat kesadaran itu ada di otak kita. Meski secara spiritual (lebih jauh dan dalam) pusat kesadaran ada di suatu relung batin terdalam setiap individu yang telah mengenal hakikat dan sejatinya diri. Kesadaran merupakan pusat kendali yang berhubungan dengan kendali pikiran dan emosi (perasaan). Sehingga ketika kesadaran kita sehat, maka kita bisa dengan sangat baik mengendalikan pikiran dan emosi kita yang sangat dibutuhkan untuk menjalani berbagai peran dalam setiap aspek kehidupan dan keseluruhan hidup dengan sehat dan baik. Ketika jiwa atau mental kita (pikiran dan emosi) kita sedang mengalami kesulitan, tentu akan memengaruhi pula kesehatan tubuh fisik kita. Dan akhirnya memengaruhi produktivitas kita baik secara pribadi maupun sosial.

Kemkes RI menjabarkan kesehatan mental yang baik adalah kondisi ketika batin kita berada dalam keadaan tentram dan tenang, sehingga memungkinkan kita untuk menikmati kehidupan sehari-hari dan menghargai orang lain di sekitar. Seseorang yang bermental sehat dapat menggunakan kemampuan atau potensi dirinya secara maksimal dalam menghadapi tantangan hidup, serta menjalin hubungan positif dengan orang lain. Sebaliknya, orang yang kesehatan mentalnya terganggu akan mengalami gangguan suasana hati, kemampuan berpikir, serta kendali emosi yang pada akhirnya bisa mengarah pada perilaku buruk. Penyakit mental dapat menyebabkan masalah dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya dapat merusak interaksi atau hubungan dengan orang lain, namun juga dapat menurunkan prestasi di sekolah dan produktivitas kerja. (https://promkes.kemkes.go.id/pengertian-kesehatan-mental).

So, jangan lagi meremehkan hambatan-hambatan mental kita ya… Ber segera lah hubungi para konselor psikologi, atau psikolog. Dan ketika kita merasa sudah memengaruhi tubuh fisik, segera hubungi para psikiater (dokter spesialis kejiwaan) dan secara paralel segera lakukan terapi, buat janji dengan para terapis kesehatan mental, seperti para hipnoterapis (terapis yang membantu memulihkan kondisi pikiran dan emosi yang menghambat dengan metode hipnosis untuk bisa membantu kita melalui pikiran bawah sadar kita, di mana di sanalah gudang dari semua program emosi, pikiran, yang memengaruhi persepsi, keyakinan, cara pandang dan segala hal berkaitan dengan kepribadian, cara berbicara, kemampuan komunikasi, bersikap dan bertindak/kebiasaan) atau para terapis psikologi lainnya, dengan segala pengetahuan dan keterampilan yang mereka kuasai masing-masing.

Kalau kamu merasa bahwa Kesehatan Mental merupakan hal penting yang perlu diketahui kita semua, ikutan yuk, berpartisipasi dalam edukasi tentang Kesehatan Mental lebih massive lagi. Kamu bisa share artikel ini, berempati kepada mereka yang sedang mengalami kesulitan secara mental, serta mengajak lebih banyak lagi orang untuk memiliki pengertian serta persepsi yang lebih baik lagi terhadap mereka yang sedang mengalami kesulitan mental. Dukung mereka, sarankan untuk segera menemui para profesional kesehatan mental terdekat.

Terima kasih ya jika tergerak untuk berpartisipasi aktif. Terima kasih juga sudah mengunjungi dan membaca artikel ini. Silakan tuliskan di kolom komentar untuk bertanya seputar kesehatan mental dan yang berkaitan, atau jika membutuhkan tulisan lain untuk bisa saya share sebagai artikel di menu blog website ini.

Salam sayang, Lusia P. 💖🤗

Tenaga Bantuan Profesional Kesehatan Mental

IT'S OKAY WHEN YOU FEEL NOT OKAY

Dear sahabat, bagaimana kabarnya? Pernahkah kamu merasasedang ga baik-baik aja? Dan kamu bingung mau cerita dan mendapatkan solusi kemana.

Kamu coba cerita ke teman, diary, orang tua, sahabat, pasangan, ga juga bikin kamu merasa terbantu. Ga bisa semuanya disampaikan dengan benar-benar lega, puas.

Kamu coba browsing bagaimana cara agar kembali baik, cari tahu saat ini apa sebenarnya yang sedang dialami, dan apa saran dari g**g*e.

Semua ini malah membuat kamu semakin bingung, mau ke mana, harus apa dan bagaimana. Sebaiknya yang harus dilakukan adalah mencari bantuan profesional, tapi kamu bingung, bantuan profesional yang mana.

Nah, mungkin postingan ini bisa memberi pencerahan buat kamu untuk memilih bantuan profesional yang sesuai dengan kebutuhan kamu ya. Untuk saran terbaik di mulai dari mana boleh juga kamu dm untuk cerita, curhat atau sekedar ngobrol, diskusi, bahkan konsultasi juga boleh.

Semoga bisa membantu ya. Terima kasih atas like ❤️ nya, komennya 💬, save 📩 jika mungkin suatu saat dibutuhkan untuk dibaca lagi, dan share ↗ nya mungkin ada teman-teman yang membutuhkan atau kamu sorang influencer 🗣 atau yang juga suka menginformasikan menyuarakan, peduli tentang Kesehetan Mental.

Salam semangat selalu, You Are Not Alone...
Salam hangat,
❤️

#kesehatanmental #bantuanprofesional #tenagaprofesional #psikolog #psikiater #hipnoterapis #konselor #lusiahipnoterapiskeluarga #konselinghipnoterapiskeluarga #cibubur #jakarta #bogor #depok #bekasi 

KONSELOR : 

Tenaga bantuan profesional kesehatan mental melalui jalur pendidikan formal strata 1 Bimbingan dan Konseling, kemudian melanjutkan pendidikan profesi atau sertifikasi dengan spesifikasi bidang masing-masing seperti, Konselor Keluarga, Pasangan, Karir, Kecanduan Obat-obatan Adiktif, dan lain-lain. Ataupun melanjutkan strata 2 dan seterusnya.

Para Konselor bertujuan untuk membantu individu dalam memahami dirinya, sehingga mampu untuk mengatasi hambatannya, menemukan alternatif solusi serta memutuskan pilihan yang terbaik terhadap hal yang menjadi perhatian atau masalahnya secara umum yang berkaitan dengan diri pribadi (termasuk karakteristik kepribadian, pengembangan diri), sosial (termasuk hubungan, pasangan, keluarga, pertemanan), belajar (termasuk pemilihan jurusan, bakat, minat), maupun karir.

Mereka akan membantu dalam sesi-sesi konseling, serta bimbingan baik secara individu maupun kelompok.

PSIKOLOG : 

Tenaga bantuan profesional melalui jalur pendidikan formal strata 1 bidang Psikologi, kemudian melanjutkan strata 2 bidang profesi Psikologi sebagai Psikolog.

Psikolog bertujuan membantu individu dalam mengenal dan mengembangkan dirinya serta membantu mengatasi hambatan secara psikis atau mental. Para Psikolog bisa melakukan tes (Psikotes) seperti intelijensi/IQ, bakat, minat, kepribadian dan lainnya, serta melakukan dan memberikan diagnosa terhadap keluhan dan hambatan psikis klien. Selanjutnya mereka akan membantu melalui sesi konseling serta bantuan terapi psikologi (Psikoterapi) lainnya sesuai dengan kebutuhan klien.

Para Psikolog diantaranya juga memiliki kekhususan dalam area layanannya seperti Klinis, Anak dan Remaja, Keluarga, dll.

PSIKIATER : 

Tenaga profesional kesehatan mental melalui jalur pendidikan formal strata 1 Kedokteran Umum, kemudian melanjutkan Strata 2 spesialisasi Kejiwaan/Psikiatri. Mereka disebut Psikiater.

Para Psikiater bertujuan membantu individu yang mengalami keluhan kejiwaan secara medis atau jalur kedokteran. Dalam terapinya mereka menggunakan farmakologi atau obat-obatan yang diresepkan, membantu individu mengatasi keluhan-keluhannya. Para Psikiater juga menganalisa dan mendiagnosa individu (pasien) terhadap apa yang dialami secara mental/psikis/kejiawaan.

Selanjutnya ada beberapa yang memberikan perlakuan sebagai kelanjutan terapi dengan melakukan konseling dan teknik-teknik terapi lainnya, sesuai dengan keahlian mereka masing-masing.

HIPNOTERAPIS : 

Tenaga bantuan profesional kesehatan mental melalui jalur pendidikan formal maupun non formal. Diantaranya adalah sarjana strata 1 maupun 2 dan 3 bidang apapun, yang kemudian secara formal dan non formal mempelajari serta menguasai keilmuan dan keterampilan bidang Hipnosis dan teknik-teknik olah pikir dan emosi atau Hipnoterapi; Hipnosis untuk tujuan terapi, secara Profesional, melalui proses, syarat dan ketentuan sesuai dengan negara dan asosiasi profesi yang berlaku.

Mereka membantu individu dalam mengatasi keluhan yang berkaitan dengan pikiran dan emosi melalui sesi konseling dan sesi-sesi Hipnoterapi. Bertujuan agar individu (klien) mampu memahami hambatan-hambatan dirinya secara pikiran dan emosi (cara berpikir, keyakinan-keyakinan dan emosi-emosi yang menghambat) serta potensi-potensi diri dalam Pikiran Bawah Sadarnya sehingga individu lebih mampu berdaya guna dengan memanfaatkannya untuk mengatasi berbagai hambatan dirinya.

Diantara mereka juga bisa memberikan bantuan kepada individu keterampilan terapi mandiri yang umum disebut Self Hypnosis, dll.