JANGAN MINTA JATUH CINTA

LIRIK LAGU

Saya adalah seorang penyuka musik dan lagu. Ga banyak genre lagu yang Saya suka memang, paling suka adalah pop, pop rock, pop jaz, dan semua jenis lagu yang menurut Saya bisa dinikmati atau enak didengar.

Seringkali lirik-lirik lagu itu menjebak. Wah menjebak bagaimana ? Ya, menjebak pikiran bawah sadar dengan kalimat-kalimat atau kata-kata yang tidak memberdayakan, bahkan menjadi implant negatif. Seperti contoh, jangan minta jatuh cinta karena jatuh itu sakit. Meski lanjutan liriknya bagus ya, … lebih baik bangun cinta. Dan masih banyak lagi lirik-lirik lagu yang menyampaikan bahwa cinta itu menyakitkan, apalagi bila bertepuk sebelah tangan, berpisah, putus, itu amat sangat menyakitkan, dll. Intinya jadi baper sangat dan lebay, meminjam istilah remaja jaman now.

 

AWARENESS

Mungkin iya adanya, ketika Saya yang dulu, sebelum seperti sekarang menyetujui semua lirik lagu itu semua. Namun, bersyukur ketika beberapa tahun lalu lamanya, mulai mengenal dan memahami lebih dalam lagi tentang ilmu-ilmu dan pengetahuan tentang teknologi pikiran, NLP, The Law of Attraction, The Secret, how powerful kalimat positif dan negatif bagi kenyataan kehidupan yang akan kita alami, dll. Dan hingga sekarang kesadaran/awareness itu semakin kuat, untuk secara otomatis menyadari hal-hal yang berkaitan dengan ini.

 

KISAH CINTA

Ketika mendengar lantunan lagu-lagu tersebut, pikiran kemudian melambung jauh, dan mendarat di suatu peristiwa yang menghentakkan dan menyadarkan Saya dengan sangat, tentang perasaan-perasaan atau emosi-emosi yang menyertai pengalaman kisah cinta Saya. Saat itu Saya memutuskan untuk tidak melanjutkan hubungan dengan pacar saya. Yang mana dia satu-satunya, yang pertama dan ketika memutuskan jalan bersamanya bertekad harus berakhir dengan pernikahan dan menjalani hidup bersamanya hingga akhir hayat memisahkan. Hmmm… klise yaa hahaha…. Saya pun mengingat itu geli juga, tapi Saya menghargai pengalaman-pengalaman tersebut, Saya membangun kesadaran bahwa Tuhan mengijinkan semua itu terjadi pada hidup Saya sebagai bagian dari pembelajaranNya. Terima kasih Tuhan…

Kejadian itu membuat Saya begitu terpuruk, padahal Saya yang memutuskan. Saya merasa karena sudah sekian tahun kami bersama dan menurut Saya, bukan membaik hubungan kami malah semakin memburuk. Dan entah bagaimana ada satu momen yang membuat Saya seolah sadar dan seolah Saya bisa merefleksi perjalanan hubungan tsb. Mungkin akan lebih baik bagi kita masing-masing untuk berpisah. Dan ketika berpisah, mungkin masing-masing justru akan memiliki kehidupan dan pasangan yang jauh lebih baik. Namun, saat itu berminggu-minggu pun Saya penuh air mata. Bagaimana tidak, selama itu, Saya ga pernah bisa membayangkan hidup tanpa dia, ketika terbayang sedikit aja, Saya bisa mewek abis-abisan… Hahaha… lebay abiss…

 

TERHENTAK

Dan, seorang teman baik yang sedang dekat saat itu, dengan santai bilang, “Putus pacaran itu biasa, hampir semua orang pernah ngalamin, jadi biasa aja.” Dia bilang lagi “Perasaan itu kan ga kekal, hari ini bisa cinta, besok bisa sedih, bisa benci, bisa dst.”

Widiiih…. Tetiba logika Saya tersentak… Seolah kemudian itu masuk begitu dahsyat, diolah, karena logika langsung mengatakan IYA JUGA, BENER BANGET ya…Dari situ entah bagaimana cara kerjanya, Saya begitu benar-benar menerima, bahkan seolah IYA KAN MEMANG BENER BEGITU. “Ih, iya yaa… kok gue gini banget yaa…”, batin Saya.

Sejak itu, logika itu benar-benar terus mengiringi, menjadi bagian dalam diri Saya tentang menghadapi berbagai kisah dalam hidup Saya. Meskiiii…. Ga juga siih bener-bener begitu, ada laah beberapa saat mengalami hal-hal yang umumnya dirasakan individu lain pada umumnya.

Namun, satu hal. Hal-hal itu menjadi sebuah kesadaran Saya yang akan dengan cepat meng counter hal-hal seperti lirik lagu, curhatan teman, dll. Dalam waktu-waktu praktek Saya sebagai konselor dan hipnoterapis hingga saat ini pun, bagian diri Saya yang memiliki kebijaksanaan itu akan selalu menolak setiap kalimat dan curhatan tentang hal-hal yang disadari, itu tidak sama sekali memberdayakan, bila tidak bisa dibilang terlalu ekstrim, ga bener.

 

CINTA ITU INDAH

Jadi, buat Saya jaman dulu yang begitu mendewakan CINTA, semakin bijaksana memandang dan memperlakukan CINTA itu sendiri. Yaitu sebagai sebuah perasaan indah sama dengan hal lainnya, yang Tuhan anugrahkan pada setiap insanNya.

Saya tidak akan membahas kaitan CINTA dengan Tuhan karena akan berbeda pembahasannya, dan meluas, mendalam, akan berbeda nantinya.

Pada kesempatan kali ini, Saya sekedar membahas CINTA dalam kaitannya hubungannya antar individu. Saya hanya sekedar mengajak, pada seluruh pembaca artikel-artikel Saya di blog Saya ini. Agar bisa semakin ‘menjaga’ diri untuk tetap berdaya positif dan memampukan diri mencitpa, mengkreasi segala kenyataan kejadian hidup yang positif-positif sesuai dengan segala harap, doa, cita-cita dan impian.

Ingatlah, apa yang kita pikirkan, ucapkan, rasakan, semua adalah DOA. Nah, siapa yang ingin seluruh kejadian dalam hidup ini segalanya adalah yang sesuai dengan harapan-harapan indah kita ? Maka ubahlah mulai sekarang, bangun kesadaran untuk tetap terus menyadari apapun yang masuk ke dalam setiap indra kita adalah yang positif saja, segala hal yang kita inginkan, harapkan.

Ada ga siy orang yang berharap keburukan, bisa jadi ada ya… Nah, bila memang itu yang dharapkan, diinginkan, mungkin ada sesuatu kejadian dalam hidupnya, menjadi sebuah implant negatif yang akhirnya tanpa disadari segala hal buruk adalah baik bagi dirinya.

Singkatnya, apapun yang memberdayakan, membuat diri menjadi lebih produktif, ceria, banyak memberi dan kasih serta bermanfaat buat banyak orang, itu adalah kebaikan hidup. Kebajikan-kebajikan yang membawa diri kita pada surga Nya. Itu yang Saya harapkan terjadi dalam hidup Saya dan teman-teman pembaca setia semua. Demikian kenyataannya.

 

Selamat meng attract apapun kebajikan, bagi hidup Anda.

 

Sabtu, 8 Juni 2019, Cibubur.