Saya Menyukai Sesama, Bagaimana ?

“Saya ini manusia laknat Bu… Saya masuk neraka kan Bu ? Ini bukan kemauan Saya, Saya juga ga tau kenaa Saya begini dan seperti ini.” begitu ungkapan hati seorang pemuda usia 20 tahunan ketika menjumpai Saya. Bahkan pemuda ini ingin sekali menghilang, entah bagaimana. Pemuda ini tidak mau memikirkan hubungan-hubungan, apalagi menikah. Merasa hidupnya benar-benar tidak bisa dia nikmati. Bergelut setiap harinya memusatkan diri hanya pada pekerjaan, meskipun harus berjibaku dengan semua kecemasannya. Serangan panik pun seringkali dialami, hingga mual dan muntah-muntah di mana pun, kapan pun. Pemuda ini tidak menyukai film porno, pertama kalinya dia menonton ketika diajak dan ditawarkan oleh temannya. Hanya selintas saja dia melihat dan tidak melanjutkan. Namun secara fisik, fungsi reproduksinya berfungsi dengan baik dan normal. Ereksi setiap pagi dan dalam kondisi yang normal dan baik.

Kami sebagai hipnoterapis mempelajari bagaimana simtom yang dirasakan dan dialami pemuda ini muncul. Saya pun menjelaskan bagaimana hal itu bisa terjadi. Meskipun berdasarkan teori yang telah teruji, namun tetap kami mengatakan BISA JADI hal tersebut berasal dari pengalaman-pengalaman masa lalu baik dialami secara visual, pendengaran, perasaan, pikiran, sehingga menjadi imprint. Imprint yang menjadi program di Pikiran Bawah Sadar membuat pemuda ini terdorong hanya menyukai sesama jenis saja. Kita hanya bisa mengeksplor secara murni, dengan membantu Klien itu sendiri mengakses Pikiran Bawah Sadarnya. Klien meniatkan dan mengijinkan dirinya untuk benar-benar masuk ke dalam kondisi trance yang sangat dalam, sehingga Klien dibantu oleh terapis bisa menemukan akar (emosi) penyebab simtomnya ini.

Dalam kondisi trance yang dalam, Klien ‘mendarat’ di lini waktu masa kecilnya di usia 4. tahun. Di mana dia sedang asik mencoba-coba mengenakan pakaian berupa dress kakaknya yang 5 tahun lebih dulu lahir. Sang kakak sedang sekolah, dan pemuda kecil ini, sedang asyik bermain sendiri sambil sekaligus mengenakan kerudung kakaknya.

Sang Ayah melihatnya, serta merta Ayahnya begitu kaget dan marah, mengangkat anak ini dengan membalikkan badannya, kaki di atas dan kepalanya di bawah, membuat pemuda dalam lini waktu di usia anak-anak ini menangis hebat. Ayahnya menyampaikan kata-kata yang menyakitkan, bahwa dia membuat malu orang tua, dan seterusnya. Ketika dibawa sampai ke Sang Ibu, Sang Ibu hanya meredakan amarah Sang Ayah dan meredakan tangisan anak ini. Anak ini merasakan ketakutan yang hebat, merasa tidak berdaya, tidak berharga, dan diperlakukan tidak adil. Si kecil ini merasa bahwa dia hanya sekedar bermain. Dia tidak bermaksud mempermalukan Ayahnya, Ibunya dan apapun yang dikatakan semua oleh Ayahnya. Beranjak remaja, pemuda ini seringkali di bully, dipukuli dan diejek dengan sebutan “bencong”. Pemuda ini tidak pernah sama sekali menceritakan setiap kejadian bully yang dialami, kepada siapapun. Sejak SD pemuda ini menyukai teman sebangkunya. Dan sejak itu pula pemuda ini mengalami masa-masa di bully oleh teman-teman sekolahnya.

Atas ijin Tuhan Yang Maha Kuasa, atas ijin Allah SWT, dan atas hasil usaha dari pemuda ini sebagai klien dalam sesi terapi ini, semua dapat diproses dengan baik. Pemuda ini semakin merasa berdaya, percaya diri dan NORMAL tidak ada cacat dan gangguan sedikitpun dalam hal orientasi sexualnya.

Sebuah pelajaran dan hikmah berharga. Bahwa Tuhan tidak pernah salah dalam mencipta. Setiap ciptaanNya begitu sempurna dan NORMAL. Sesuai dan selaras dengan semua sel dalam tubuhnya. Hanya kejadian-kejadian atau peristiwa dalam hidup individu yang membuatnya menjadi terganggu, tidak normal ataupun cacat atau rusak. Atau bahkan bisa membuatnya menjadi pribadi yang mulia, sukses, hebat, luar biasa.

Menjadi tanggung jawab kita bersama untuk membuat lingkungan yang sehat, aman dan positif bagi siapapun. Terutama dalam mengedukasi tentang betapa sangat memungkinkan segala MASALAH/KELUHAN bisa terbantu, bisa teratasi, bisa sembuh.

Salam hangat dan sayang, dari meja kerja klinik LaVanza Center Cibubur, sembari menanti klien berikutnya.

Tetap semangat menebar kebaikan dan solusi baik yaa….