depresi

Hipnoterapi Itu Diapain sih ?

Hipnoterapi itu diapain sih ?

Ada beberapa jenis layanan yang disediakan oleh kami untuk membantu berbagai keluhan psikologis, dianatranya adalah konsultasi, konseling, terapi dengan hipnoterapi, juga coaching. Untuk layanan sesi hipnoterapi, kami akan selalu menyarankan untuk hasil terbaik, efektif dan efisien adalah secara offline atau tatap muka.

Ketika klien menghubungi kami, untuk mendapatkan layanan hipnoterapi,beberapa diantaranya juga belum banyak mengetahui bagaimana sebenarnya metode terapi dengan hipnosis ini. Banyak diantaranya juga yang masih memiliki persepsi bahwa hipnoterapi seperti yang seringkali muncul dan ditonton di televisi atau platform hiburan lainnya. Juga beberapa yang belum tahu sama sekali. Penting sekali bagi klien untuk mengetahui lebih dulu layanan yang dibutuhkan. Bisa dengan browsing melalui platform pencarian seperti google, atau pun bertanya langsung dengan para petugas kesehatan mental yang profesional.

Berikut adalah gambaran ketika klien ingin mendapatkan layanan hipnoterapi.Hipnoterapi merupakan sebuah metode terapi, sehingga ketika klien menghubungi terapis melalui wa, klien akan melakukan beberapa tahapan berikut hingga datang bertemu secara tatap muka untuk melakukan terapi dengan tujuan terjadinya perubahan terhadap perasaan, pemikiran, perkataan, sikap dan perilaku serta kebiasaan :

1. Klien mengisi terlebih dahulu formulir atau intake form yang tersedia. intake form. Saat menghubungi terapis melalui wa atau telepon.
2. Klien bersama terapis melalui admin, menyepakati jadwal pertemuan untuk sesi layanan yang dibutuhkan.
3. Klien melakukan komitmen untuk hadir pada jadwal yang sudah disepakati dengan melakukan pembayaran di muka, melalui transfer.
4. Ketika klien hadir sesuai dengan jadwal yang disepakati, klien bersama terapis berbincang seputar keluhan-keluhan klien. Terapis akan bertanya, dan klien bisa menjelaskan, menceritakan atau curhat tentang keluhan-keluhannya selama ini.
5. Terapis menjelaskan seputar bagaimana hal-hal yang disampaikan bisa terjadi menjadi masalah atau hal yang mengganggu dan menghambat klien, serta apa itu hipnosis, bagaimana kondisi hipnosis yang sebenarnya secara saintifik dan sebenarnya, juga apa itu hipnoterapi dan apa saja yang akan dilakukan bersama saat sesi di ruang private.
6. Klien dan terapis bersiap untuk melakukan terapi, dengan azas bekerja sama mengatasi masalah atau keluhan klien. Karena sejatinya segala keberhasilan adalah hasil usaha dari klien, yang berniat dan berupaya sungguh-sungguh untuk berubah, dan mau secara komitmen menjalani rangkaian terapinya. Tentu doa yang sungguh-sungguh agar tercapainya keberhasilan terapi secara tuntas penuh keberkahan.
7. Terapis menyiapkan klien di kursi terapi (reclining seat), klien melakukan simulasi teknik hipnoterapi.
8. Terapis melakukan bimbingan untuk membantu klien masuk ke dalam kondisi rileksasi yang sangat dalam dan menyenangkan.
9. Terapis membantu klien mengenali emosi-emosi yang menjadi beban dan hambatan selama ini, dan dengan berbagai teknik terapi yang dikuasai oleh terapis, membantu untuk menuntaskan hambatan-hambatan tersebut.
10. Klien dibantu untuk kembali kepada kesadaran normal.
11. Terapis bersama klien mengevaluasi hasil dari sesi terapi.

Daaaan… selesai.

Demikian gambaran proses terapi yang akan dijalankan dalam sesi hipnoterapi ya…
Semoga membantu melengkapi dan ataupun meluruskan gambaran terapi yang teman-teman pikirkan atau persepsikan. Selamat berupaya, dan tetap terus semangat.

Ingat, tidak ada masalah yang tidak ada solusinya, sejauh yakin bahwa akan selalu ada jalan untuk mengatasi berbagai masalah. Karena Tuhan Maha Kaya, Maha Kuasa, Maha Baik dan Maha Penolong serta Maha Pengasih Penyayang. Jangan sungkan dan enggan untuk mencari tahu lebih lengkap dari sumber-sumber yang terpercaya.

Dan satu hal lagi, hipnoterapi tidak hanya sekedar untuk mereka yang bermasalah, namun hipnoterapi juga bisa membantu meningkatkan berbagai potensi, motivasi, serta mindset positif yang lebih kuat lagi. Hipnoterapi juga bisa amat sangat membantu meningkatkan kualitas atau kemampuan memori, IQ, fokus, konsentrasi (perhatian), kekuatan pikiran atau otak. Bahkan hipnoterapi bisa membantu untuk meningkatkan kualitas fungsi tubuh fisik. Atau sekedar untuk rekreasi menjelajahi kenangan-kenangan baik, positif atau sekedar membantu Anda memiliki jangkar relaksasi atau jangkar emosi tertentu yang dibutuhkan (anchoring).

Yuk, silakan dicoba…

Salam hangat, damai dan sayang…
Lusia P.

POLA ASUH VS PERKEMBANGAN JAMAN

Pola Asuh VS Perkembangan Jaman

Ada sebuah pesan luar biasa yang patut kita renungkan dan rumuskan kemudian kita praktikkan, dari sahabat Rasulullah SAW, Ali Bin Abu Thalib “Didiklah anak sesuai dengan zamannya karena mereka hidup pada zamannya bukan pada zamanmu”

Kalau kita sering mendengar, beda yaa anak jaman sekarang dengan anak jama dulu, dan jaman kita. Begitu seringkali komentar dari para orang tua yang mungkin bisa digolongkan usia kelahiran 1980 an ke atas.

Di era tahun 50 an sd 80 an istilah POLA ASUH mungkin masih menjadi sebuah frase yang jarang terdengar intens. Seolah anak-anak di era tersebut bertumbuh dan berkembang dengan sendirinya. Sebagian besar ortu pada masa itu cenderung hanya memberi makan, pakaian, membiayai sekolah, dan les-les yang umumnya bisa dikenali; ngaji, belajar menguasai alat musik seperti piano, gitar, dan biola.

Jika menganalisa tentang pola asuh orang tua atau keluarga. Pada jaman-jaman tersebut, hampir secara penuh dilakukan atau anak-anak mendapatkannya dari orang tua, keluarga. Kemudian ditambah pengaruh perkembangan pola pikir adalah dari lingkungan seperti pertemanan, lingkungan permaianan, sekolah dan guru.

Jauh sangat berbeda dengan masa sekarang, terutama era 90 dan 2000an di mana pola asuh sudah semakin meluas, anak-anak mendapatkan pola asuh juga dari gadget, dari dunia internet dan media sosial, atau kita sepakati istilah dunia ini adalah dunia internet.

Masa kini, gaya pengasuhan orang tua pun dipengaruhi sangat besar oleh internet. Sehingga sejak usia sangat dini pun anak-anak mereka banyak sekali terpapar dengan dunia internet.

Saya sebagai seorang ibu rumah tangga yang sehari-hari juga praktik sebagai konselor dan hipnoterapis keluarga, semakin merasa sedih. Menjadi sebuah peringatan besar bagi kita, tentang situasi dan kondisi anak-anak dan orang tua di jaman sekarang ini.

Bagaimana tidak, kondisi anak-anak sekarang, kurang lebih pun hasil dari generasi-generasi sebelumnya, apakah Anda setuju ? Dan pada akhirnya ini adalah tanggung jawab besar kita bersama.
Bukan berarti sedikit sekali anak-anak yang berprestasi dan bertumbuh kembang dengan baik, luar biasa. Namun, ada hal-hal di bagian lainnya yang perlu juga perhatian kita bersama.

Dibutuhkan sinergi yang kuat dan frekuensi yang intens antar berbagai pihak dan lembaga, seperti pemerintah, lembaga pendidikan, baik formal maupun non formal, para profesional di bidang pendidikan dan kesehatan baik mental maupun fisik, keluarga sebagai unit atau lembaga terkecil masyarakat dimana menjadi akar atau titik pangkal utama dalam masyarakat besar, bangsa, dan keseluruhan aspek dan lembaga terkait.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, dari website kemkes, disampaikan bahwa lebih dari 19 juta penduduk berusia lebih dari 15 tahun mengalami gangguan mental emosional, dan lebih dari 12 juta penduduk berusia lebih dari 15 tahun mengalami depresi, dan terjadi lonjakan hingga 32% pada tahun 2021, disampaikan oleh liputan6.

Sampai hari ini Saya masih menangani kasus anak dan remaja yang mengalami depresi dengan kasus berbagai usaha percobaan bunuh diri, usia terkecil di rumah praktik Saya adalah usia 12 tahun.

Hal ini sungguh sangat menyedihkan. Bisa diintisarikan hampir semua penyebab dari keluhan mental anak dan remaja ini adalah dari pola asuh orang tua dan keluarga serta lingkungan yang kurang kondusif terhadap tumbuh kembang psikologis anak dan remaja kita.

Hal ini butuh perhatian kita bersama untuk bisa disadari dengan penuh hormat dan kesungguhan untuk memperbaiki bersama. Bahwa banyak di kalangan orang tua yang juga butuh untuk penanganan intens dalam menyembuhkan luka-luka batin, luka pengasuhan, dan untuk memperbaiki serta meningkatkan masing-masing pribadi dalam berhubungan dengan anak dan remaja.

Bagaimana ketrampilan komunikasi yang baik, bagaimana mengenali karakter diri dan kemudian karakter anak, bagaimana memandang diri dan kehidupan, sehingga kedewasaan, kematangan serta kebijaksanaan menjadi bagian setiap pribadi masyarakat Indonesia.

Bahkan nilai-nilai luhur bangsa, nilai-nilai mulia agama dan spiritual, terutama TAUHD agar lebih dikuatkan dikokohkan. Anak- anak bukan menjadi penyaluran ambisi orang tua ketika mereka disekolahkan di sekolah-sekolah berbasis agama, pesantren, dan lainnya. Dan bagaimana teladan itu jauh lebih sangat baik. Mendidik anak dengan teladan, dengan penuh kejernihan dan kebeningan hati, inti agama yang penuh welas asih, kearifan kebijaksanaan, dan TAUHID yang paling utama.

Sehingga tidak ada lagi anak-anak dan remaja yang bahkan membenci agama dari orang tuanya sendiri. Menimbulkan kecemasan, rasa insecure, dan lainnya. Yang banyak saya tangani dalam rumah praktik Saya. Bukankah agama itu jalan, untuk mengenal dengan sebenar-benarnya Tuhan, Allah SWT yang Maha Pengasih dan Penyayang, sehingga mampu mengingatNya penuh cinta, damai, muthmainnah.

Public figure, tokoh masyarakat, figur-figur otoritas seperti guru, para pemimpin, tokoh idola, orang tua diharapkan menjadi orang-orang pertama yang berubah signifikan dalam mencapai perubahan ini. Berharap semakin banyak bermunculan komunitas-komunitas dan organisasi-organisasi kegiatan bagi anak dan remaja yang bisa mendukung hal ini, diprakarsai oleh pemerintah dan berkolaborasi dengan non pemerintah lainnya.

Sehingga kita semua tanpa kecuali, bisa menyikapi dan memperlakukan setiap anak dan remaja seperti anak kita sendiri, welas asih, empati, pengertian, adil dan berjalannya pola membimbing dan mendidik dalam sikap-sikap dan pola pikir, pola mental setiap kita.

Bukankah bangsa yang kuat adalah bangsa yang mementingkan kebersamaan? Berharap tidak akan ada lagi para orang tua yang menghakimi anak dan remaja seperti bukan anaknya sendiri, diperlakukan seolah tidak berharga dan sama-sama sebagai manusia. Tidak ada lagi perlakuan terhadap anak dan remaja seolah mereka tidak punya hati dan harga diri. Namun bukan berarti memanjakan sehingga mereka sulit mampu mandiri, bertanggung jawab, penuh inisiatif dan kuat secara fisik dan mental.

Yuuk, para orang tua kita ‘bersih-bersih’ luka dan imprint yang merugikan diri dan anak-anak serta keluarga kita. Yuk bersahabat dengan dunia kesehatan mental karena hal ini amat sangat penting peranannya dalam pendidikan karakter juga. Bersahabat dengan para fasilitas layanan kesehatan mental.

Salam hangat dan sayang,

Lusia P., S.Pd., C.M.Ht.
Family Counseling and Hypnotherapy of LaVanza Learning and Therapy Center, Cibubur.
085701101997 – IG @KonselingHipnoterapiKeluarga IG @lusiapw

Kesehatan Mental; Keluhan Mental, Sakit Jiwa, Gila ???

Masih banyak sekali pemahaman yang kurang tepat terhadap stigma sakit jiwa. Perlu diketahui bahwa sakit jiwa memiliki banyak sekali spektrumnya. Bagaimana sih sebenarnya pemahaman yang tepat ?

Begini, diri kita terdiri dari 2 bangunan tubuh; yaitu tubuh fisik (raga) dan tubuh mental (jiwa). Keduanya begitu saling terhubung dan saling memengaruhi dengan sangat kuatnya. Kedua bangunan tubuh ini sangat penting bagi kita. Itu lah sebabnya kita butuh untuk bisa menjaga dan merawat kedua bangunan tubuh ini. Tidak hanya sekedar menjaga dan merawat tubuh fisik saja dengan makan, olahraga, tidur yang cukup, dan lain-lain. Namun, kita juga butuh untuk menjaga dan merawat tubuh mental kita dengan baik, seperti berpikir positif, menjaga perasaan dan hati untuk damai, tenang, bahagia, dan seterusnya.

Nah, ketika tubuh fisik kita merasa kurang baik, seperti mengalami kelelahan, pusing, pegal-pegal, bersin-bersin misalnya, kita pasti akan segera secara sadar membantu agar tubuh fisik kita kembali nyaman kan ? Kita cepat-cepat beristirahat, minum vitamin dan obat-obatan sederhana lainnya seperti mungkin minum penghilang nyeri, sakit kepala, dan flu. Juga mengasup banyak makanan yang bernilai gizi tinggi, minum vitamin, juga misalnya melakukan pijat, atau sekedar beristirahat di tempat tidur hingga bisa tidur beberapa waktu dengan lelap. Ketika tidak juga berangsur pulih, kita segera terpikirkan untuk menghubungi dokter bukan ? Membuat jadwal untuk bertemu, untuk mendapatkan pemeriksaan, dan mendapatkan resep obatnya, agar kita bisa segera pulih kembali dan bisa berkegiatan kembali dengan normal. Hingga kita menghubungi dokter (bantuan profesional) karena kita tahu bahwa kita membutuhkan tubuh fisik kita untuk sembuh, butuh cara, terapi agar sembuh. Dengan bantuan obat-obatan yang diresepkan dokter.

Demikian juga ketika kita merasa bingung, sulit tidur, merasa stres, semangat dan motivasi menurun, dan lain-lain dan seterusnya, kita seringkali memikirkan cara untuk membuat diri bisa bersemangat dengan melakukan cara-cara yang kita biasa lakukan. Misalnya dengan curhat, bepergian untuk sekedar refreshing, tidur, dan seterusnya. Namun, ketika kita merasakan semua gejala tersebut atau semua simtom itu tidak kunjung teratasi atau menghilang, sadari, bahwa artinya mental kita pun sedang butuh bantuan profesional. Segera hubungi konselor, psikolog, psikiater atau terapis kesehatan mental lainnya seperti hipnoterapis, psikoanalis, dan terapis psikologi lainnya. Apa bedanya dan kesamaan mereka, bisa membaca artikel tentang ini disini ya…

Jadi sahabat, kesehatan mental sangat penting juga sama hal nya dengan kesehatan tubuh fisik kita. Ketika kita merasa gejala-gejala secara pikiran dan emosi mengalami keluhan-keluhan yang mengganggu dan menghambat keseharian atau produktivitas kita, maka segeralah menghubungi para profesional kesehatan mental. Jangan lagi berpikir bahwa ini hal biasa, atau malah malu karena khawatir dengan persepsi yang kurang tepat bahwa kita mengalami sakit jiwa yang umum dipakai masyarakat dengan istilah GILA.

Kita cek juga definisi kesehatan mentalnya yuk. Menurut WHO (World Health Organization), kesehatan mental merupakan kondisi dari kesejahteraan yang disadari individu, yang di dalamnya terdapat kemampuan-kemampuan untuk mengelola stres kehidupan yang wajar, untuk bekerja secara produktif dan menghasilkan, serta berperan serta di komunitasnya.

Yess, kesehatan mental sangat berkaitan dengan kesadaran, di mana pusat kesadaran itu ada di otak kita. Meski secara spiritual (lebih jauh dan dalam) pusat kesadaran ada di suatu relung batin terdalam setiap individu yang telah mengenal hakikat dan sejatinya diri. Kesadaran merupakan pusat kendali yang berhubungan dengan kendali pikiran dan emosi (perasaan). Sehingga ketika kesadaran kita sehat, maka kita bisa dengan sangat baik mengendalikan pikiran dan emosi kita yang sangat dibutuhkan untuk menjalani berbagai peran dalam setiap aspek kehidupan dan keseluruhan hidup dengan sehat dan baik. Ketika jiwa atau mental kita (pikiran dan emosi) kita sedang mengalami kesulitan, tentu akan memengaruhi pula kesehatan tubuh fisik kita. Dan akhirnya memengaruhi produktivitas kita baik secara pribadi maupun sosial.

Kemkes RI menjabarkan kesehatan mental yang baik adalah kondisi ketika batin kita berada dalam keadaan tentram dan tenang, sehingga memungkinkan kita untuk menikmati kehidupan sehari-hari dan menghargai orang lain di sekitar. Seseorang yang bermental sehat dapat menggunakan kemampuan atau potensi dirinya secara maksimal dalam menghadapi tantangan hidup, serta menjalin hubungan positif dengan orang lain. Sebaliknya, orang yang kesehatan mentalnya terganggu akan mengalami gangguan suasana hati, kemampuan berpikir, serta kendali emosi yang pada akhirnya bisa mengarah pada perilaku buruk. Penyakit mental dapat menyebabkan masalah dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya dapat merusak interaksi atau hubungan dengan orang lain, namun juga dapat menurunkan prestasi di sekolah dan produktivitas kerja. (https://promkes.kemkes.go.id/pengertian-kesehatan-mental).

So, jangan lagi meremehkan hambatan-hambatan mental kita ya… Ber segera lah hubungi para konselor psikologi, atau psikolog. Dan ketika kita merasa sudah memengaruhi tubuh fisik, segera hubungi para psikiater (dokter spesialis kejiwaan) dan secara paralel segera lakukan terapi, buat janji dengan para terapis kesehatan mental, seperti para hipnoterapis (terapis yang membantu memulihkan kondisi pikiran dan emosi yang menghambat dengan metode hipnosis untuk bisa membantu kita melalui pikiran bawah sadar kita, di mana di sanalah gudang dari semua program emosi, pikiran, yang memengaruhi persepsi, keyakinan, cara pandang dan segala hal berkaitan dengan kepribadian, cara berbicara, kemampuan komunikasi, bersikap dan bertindak/kebiasaan) atau para terapis psikologi lainnya, dengan segala pengetahuan dan keterampilan yang mereka kuasai masing-masing.

Kalau kamu merasa bahwa Kesehatan Mental merupakan hal penting yang perlu diketahui kita semua, ikutan yuk, berpartisipasi dalam edukasi tentang Kesehatan Mental lebih massive lagi. Kamu bisa share artikel ini, berempati kepada mereka yang sedang mengalami kesulitan secara mental, serta mengajak lebih banyak lagi orang untuk memiliki pengertian serta persepsi yang lebih baik lagi terhadap mereka yang sedang mengalami kesulitan mental. Dukung mereka, sarankan untuk segera menemui para profesional kesehatan mental terdekat.

Terima kasih ya jika tergerak untuk berpartisipasi aktif. Terima kasih juga sudah mengunjungi dan membaca artikel ini. Silakan tuliskan di kolom komentar untuk bertanya seputar kesehatan mental dan yang berkaitan, atau jika membutuhkan tulisan lain untuk bisa saya share sebagai artikel di menu blog website ini.

Salam sayang, Lusia P. 💖🤗