Apa itu Hipnosis, Hipnoterapi dan Hipnotis ?

Apa itu Hipnosis dan Hipnoterapi ?

Masih banyak di masyarakat yang masih belum mengenal, mengerti dan memahami Hipnosis dan Hipnoterapi dengan tepat. Sanagt disayangkan jika belum memiliki pengetahuan yang tepat, karena betapa bagusnya keilmuan ini untuk bisa dirasakan menfaatnya.

Berikut yang perlu diketahui tentang Hipnosis dan Hipnoterapi. Yuk, kita simak.

Definisi hipnosis terbaru menurut APA (American Psychological Association), Divisi 30 (Society of Psychological Hypnosis), 2014 adalah sebagai berikut : “Hipnosis adalah kondisi kesadaran melibatkan perhatian terfokus dan berkurangnya kesadaran periferal yang bercirikan peningkatan kapasitas respons terhadap sugesti (Elkins dkk, 2015, p.6). Dan definisi hipnoterapi (atau hipnosis klinis) adalah pemanfaatan hipnosis dalam penanganan masalah medis atau psikologis (p.7).

Kemudian menurut AWGI (Adi W. Gunawan Institute), mendefinisikan hipnosis sebagai kondisi kesadaran bercirikan pikiran sadar rileks, fungsi kritis analitis pikiran sadar menurun, disertai meningkatnya fokus dan konsentrasi, sehingga individu menjadi sangat responsif terhadap pesan atau informasi yang diberikan kepada pikiran bawah sadar (Gunawan, 2017). Dan definisi hipnoterapi, menurut AWGI, adalah terapi, menggunakan teknik atau metode apa saja, yang dilakukan di dalam kondisi hipnosis, untuk mencapai tujuan terapeutik (Gunawan, 2017).

Dan menurut IBH (The Indonesian Board of Hypnotherapy), “Hypnosis adalah tentang segala sesuatu yang terkait dengan pengetahuan tentang pemodelan kesadaran (Conscious Mind dan Subconscious Mind), fenomena Trance, kekuatan sugesti, dan berbagai teknik dasar untuk membawa seseseorang ke kondisi Trance.” Sedangkan “Hypnotherapy adalah tentang segala sesuatu yang terkait dengan kekuatan sugesti yang dapat menghasilkan efek terapeutik (penyembuhan), pada umumnya berbagai teknik terapeutik ini diadopsi dari pengetahuan psikologi. Dalam dunia Hypnotherapy terdapat setidaknya 2 pendekatan, yaitu pendekatan yang masih dipengaruhi oleh paradigma psikologi klasik, sehingga cenderung untuk melakukan intevensi ke masa silam, dan pendekatan yang didasari oleh paradigma psikologi positif (Positive Psychology), yang lebih berorientasi ke masa depan (empowerment). The Indonesian Board of Hypnotherapy (IBH) memilih untuk menerapkan prinsip pendekatan Positive Psychology, yang relatif sangat aman, dan dapat diterapkan hanya dengan beberapa teknik Terapeutik dasar, dengan hasil yang efektif.”

Nah, berikut adalah definisi beberapa istilah seputar hipnosis dan hipnoterapi:

  • Hypnotic (eng), Hipnotik (bhs); sesuatu yang menghasilkan efek Hypnosis.
  • Hypnotic State atau Kondisi Hipnotik; suatu keadaan atau situasi/kondisi dimana seseorang cenderung lebih mudah menerima sugesti, disebut juga dengan istilah : Hipnosa, Trance.
  • Hypnotist (eng); Hipnotist (bhs); operator (seseorang) yang melakukan proses Hypnosis.
  • Hypnotherapist (eng), Hipnoterapis (bhs); Hypnotist yang menerapkan hipnosis sebagai metode terapi untuk menghasilkan efek terapeutik.
  • Hypnotism (eng), Hipnotism (bhs); segala sesuatu yang terkait dengan Hypnosis

Sementara banyak juga Hypnosis diterjemahkan dengan Hipnotis, dan memiliki arti yang sama. Namun, belakangan lebih banyak digunakan untuk merujuk terjemahan dari Hypnotist, seseorang yang melakukan Hipnosis.

Saya sendiri sebagai praktisi Hipnoterapis (klinis), sering menjelaskan kepada para klien dan peserta pelatihan (pembelajar) bahwa Hipnosis merupakan kondisi kesadaran yang berkaitan dengan gelombang otak. Di mana gelombang otak tidak pernah selalu dalam frekuensi atau gelombang yang selalu sama setiap waktu. Ketika gelombang otak kita berada di frekuensi tertentu, memberikan dampak yang berbeda-beda. Seperti ketika kita sedang tidur, maka gelombang otak kita berada di frekuensi kurang lebih 0,5 hingga 8 Hz (menurut berbagai sumber) atau populernya di gelombang Theta dan Delta, kondisi kesadaran tidur. Sedangkan hipnosis adalah kondisi kesadaran ketika gelombang otak berada di frekuensi kurang lebih 6/8 – 14 Hz, yaitu kondisi kesadaran Alpha dan Theta, tubuh fisik dan emosi begitu rileks, begitu kreatif, memory dan fokus meningkat. Pada kondisi gelombang otak dan kesadaran berada disini, fungsi kritis/faktor kritis/lapisan kritis/area kritis atau filter, melemah/terbuka, sehingga dengan sangat mudah bagi individu menerima berbagai informasi, pesan, sugesti, nasihat. Pikiran bawah sadar terakses, terbuka. Sehingga mampu memberikan banyak sekali sumber bagi individu untuk perbaikan/perubahan/penyembuhan mentalnya, atau memberikan banyak sekali efek terapeutik yang dibutuhkan.

 

Sumber : reasearchgate.net

Singkatnya, Hipnosis adalah “kondisi pikiran di mana fungsi kritis pikiran begitu sangat rileks dan fokus, sehingga mudah untuk menerima berbagai informasi.” Sementara Hipnoterapi adalah “metode terapi dengan memanfaatkan kondisi Hipnosis, yang bertujuan untuk memberi dampak terapeutik yang dibutuhkan individu, demi kebaikan dan kemajuan hidupnya.” (Lusia P. 2023)

Dalam kondisi sehari-hari, fenomena hipnosis yang seringkali dialami setiap indvidu diantaranya adalah;

  1. Ketika kita sedang mencari sesuatu meski sesuatu tersebut di depan mata kita, seolah kita tidak melihatnya. Sehingga sulit menemukannya. Bahkan orang lain yang membantu mencarinya dengan mudah menemukannya.
  2. Ketika ada terasa perih, sakit karena ada luka di tubuh seperti tergores, teriris, memar, dll, namun seringkali merasakannya bukan tepat saat individu mengalami luka atau benturannya. Dirasakannya setelah dalam kondisi rileks seperti sedang mandi, atau mencuci, membasuh tubuh setelah sekian waktu lewat setelah terjadinya luka.
  3. Ketika suara di sekitar yang memanggil, dan lainnya, tidak terdengar meski jarak dengan sumber suara begitu dekat.

Karena kondisi pikiran berada di tubuh setiap orang, maka sesungguhnya sehari-hari setiap individu pernah dan seringkali mengalami kondisi hipnosis. Itulah sebabnya kondidi hipnosis adalah kondisi alamiah pikiran atau gelombang otak.

Bisa dikatakan hampir sebagian besar yang bertugas ketika kita bicara, bersikap, bertingkah laku, bertindak, mengambil keputusan, semua atas hasil kerja dari Pikiran Bawah Sadar kita. Bagaimana tidak, seluruh hal yang kita lakukan, adalah hasil dari hal-hal yang pernah kita pelajari dan telah terisntall baik dalam pikiran kita, yaitu di Pikiran Bawah Sadar kita. Bagaimana kita makan, minum, berjalan, mengendarai kendaraan, sebagai contoh program-program pikiran kita. Kita tidak perlu mengkrtitsi, menganalisa, melogikakan kegiatan sehari-hari kita, seperti makan, berjalan, minum, mengoperasikan alat-alat teknologi, mencuci, membasuh, mandi, dll, dst.

Hanya ketika kita sedang melakukan kegiatan yang dibutuhkan logika, analisa, kritisisasi, kemauan, di situlah Pikiran Sadar kita bekerja.

Begitu besarnya fungsi Pikiran Bawah Sadar kita dalam keseharian hidup kita, karena di sanalah semua fungsi program pikiran, kepribadian, nilai dan prinsip-prinsip keyakinan tersimpan dan bekerja. Maka tidak heran, terapi diri menggunakan Hipnoterapi begitu efektif membantu kita. Karena terapis bekerja sama dengan klien dengan (bantuan) melalui Pikiran Bawah Sadar klien. Bahkan, ketika kita mampu mengenali cara kerja pikiran kita, kita mampu melakukan perbaikan-perbaikan, perubahan-perubahan terhadap diri kita sendiri. Dibutuhkan pengetahuan, keilmuan dan keterampilan yang mencukupi untuk memampukan diri kita sendiri melakukan terapi terhadap diri sendiri.

Begitu besar manfaat metode hipnosis ini dalam bidang terapi, sehingga sangat penting pemahaman yang benar dan tepat tentang hal ini. Dan sangat penting agar pemahaman yang benar dan tepat ini dapat diketahui oleh lebih banyak lagi masyarakat.

Silakan bisa dibagi untuk banyak orang lainnya artikel ini. Semoga bermanfaat dan bisa membantu. Demikianlah kenyataannya.

Salam hormat dan hangat,

Lusia P.