REVIEW FILM : “It’s Okay To Not Be Okay” (Drama Korea 2020)

REVIEW FILM : “It’s Okay To Not Be Okay” (Drama Korea 2020)

Oleh : Lusia Pansilawatiningsih – Konselor & Hipnoterapis Keluarga

Selama pandemi ini, sejak Maret 2020 dimulainya “Stay At Home” bikin Aku mencantumkan agenda untuk menonton drama seri lagi. Seperti biasa, untuk memilih drama seri mana yang bagus, Aku akan cari rekomendasi melalui Googling. Iyes, pilihannya pengen berani nonton Drama Seri Korea Lagi. Dan pilihannya jatuh pada judul film ini “It’s Okay To Not Be Okay”.

Senangnya, ga salah pilih. Sampai selesai seri drama ini, masih aja berharap ada lanjutannya. Alias susah move on dari karakter dan setting drama seri ini. Baguusss… itu komen yang bisa diucap seusai nonton drama seri ini.

Menceritakan tentang pertemuan 2 orang anak manusia yang memiliki tantangan mental masing-masing. Cocok banget yaa sepertinya dengan profesi sehari-hari Aku. Sebenarnya malah kurang suka memilih film atau tontonan yang ada kaitannya dengan sakit mental. Tapi, drama seri satu ini, amat sangat Aku rekomendasikan buat teman-teman untuk nonton, bagi yang belum nonton ya. Karena, menurut banyak info, ini salah satu drama seri yang ternyata viral dan populer. Banyak yang nonton dan disukai oleh banyak orang. Well, kamu kah salah satunya juga ?

Seorang pemuda yang bekerja sebagai seorang perawat Rumah Sakit Jiwa, Moon Kang Tae yang tak percaya pada cinta. hidup hanya berdua dengan seorang kakak, Sang Tae yang memiliki tantangan mental, atau berkebutuhan khusus. Jika diamati dari karakter yang dimainkan, Sang Tae mengidap Autis. Suka dan mahir sekali menggambar dan begitu menyayangi dan melindungi adiknya. Takut terhadap bentakan, suara keras, memiliki tantangan berkomunikasi dengan baik atau normal.  Tokoh lainnya adalah Ko Moon Young seorang penulis buku cerita anak-anak . Seorang yang cantik, modis, dingin, egois, ketus dan judes, namun perhatian.

Dari awal menonton, para pemeran ini benar-benar oke banget aktingnya. Mampu sekali menampilkan karakter yang pastinya diharapkan penulis cerita dan sutradara. Sosok Ko Moon Young, yang kelihatan sekali penuh luka, dan amat sangat membutuhkan kasih sayang & kehangatan serta perhatian.

Sementara, Moon Kang Tae, sosok pekerja keras, sangat melindungi kakak dan menyayangi. Seolah rela seluruh hidupnya untuk melindungi dan memenuhi serta melayani kebutuhan hidup kakaknya yang Autis.

Inti dari cerita drama seri ini, bagaimana ketiganya bertemu, dengan penuh tantangan. Berjalannya waktu, membuat mereka saling mengenal lebih dekat, seperti keluarga dan tanpa disadari meski pada akhirnya mereka menyadari, mereka saling membasuh luka, menyembuhkan luka psikologis dan mental atau emosi mereka masing-masing.

Tidak mengapa untuk tidak baik-baik saja. Hanya dibutuhkan keterbukaan, kejujuran, serta kehangatan dan kasih sayang, kepedulian untuk masing-masing terbebaskan dari berbagai tantangan emosi. Tantangan emosi mereka disebabkan dari masa-masa kecil mereka masing-masing. Kelamnya masa kecil memberi dampak yang luar biasa bagi diri mereka yang kini dewasa.

Seperti pada umumnya drama seri Korea lainnya yang begitu menjadi banyak diminati, adalah kisah cintanya dan para aktris dan aktornya yang ganteng dan cantik. Benar-benar bikin susah berhenti untuk nonton. Ada kata-kata yang berkesan di dalam drama seri tersebut yaitu kalimat yang diucapkan oleh Nam Joo Ri teman lama yang baik dari Moon Kang Tae, yang menjadi bagian dari naskahnya “Jika kau ingin membuat sekelilingmu bahagia, kau perlu mencari kebahagiaanmu sendiri. Menjadi egois tidak selalu buruk.”

Aku paling suka dengan tokoh Ko Moon Young. Meski kelihatan judes, jutek, dingin, tapi lucu, so cute dan cantik banget pastinya. Banyak adegan yang bikin ketawa yang dilakukan Ko Moon Young. Lucu deh, gemesin tapi tetap elegan.

Drama ini memberi kita sebuah gambaran, bahwa trauma masa lalu bisa pulih kembali, meski membutuhkan waktu yang cukup menantang juga. Banyak haru, senyuman, kelucuan, dan ketegangan juga yang sedikit mencekam mewarnai drama ini. Satu hal penting pesan dalam drama ini, tidak mengapa untuk merasa lemah, sedih, rapuh, dan dengan beberapa kekurangan. “Jangan membuat kesalahan yang sama seperti yang aku lakukan dan mencoba lari ketika kamu bahkan tidak bisa berjalan. Ketika merasa lelah, istirahatlah. Ketika  bersedih, menangislah. Tidak apa-apa untuk rehat sejenak. Kemudian suatu hari, pasti akan datang hari di mana kamu akan bisa berlari kembali.” Begitu sebuah dialog yang dikatakan oleha Direktur Rumah Sakit Jiwa OK, Oh Ji-wang.

Keren kaan ? Nonton deh, bagus banget. Suka dengan alurnya, awal dan endingnya, semuanya. Salut buat drama seri satu ini.

“Jika kamu tidak dapat menghapusnya, kamu hanya perlu menutupinya dengan sesuatu yang lebih baik.”

“Jika kamu tidak dapat menghapusnya, kamu hanya perlu menutupinya dengan sesuatu yang lebih baik.”

Langkah pertama selalu yang tersulit. Tetapi begitu kamu mengambil langkah pertama, segalanya akan menjadi lebih mudah sejak saat itu.”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *