REVIEW BUKU “Secret Millionaire Mind” – T. Harv Eker

Judul & Diterjemahkan dari : Secrets Of The Millionaire Mind

Karya : T. Harv Eker

Copyright 2005, T. Harv Eker

Cetakan I : Agustus 2014

ISBN : 978-602-1139-32-5

Penerbit : Change

 

Buku ini sudah lama Aku baca, mungkin sekitar tahun 2008 atau 2009 yaa… memang masih yang versi English, dan entah kemana si buku itu. Akhirnya aku beli lagi dapat yang versi Bahasa Indonesia (psst… karena pengen mudah bacanya :D).

Dari buku ini Aku banyak sekali bisa menggali diri tentang berbagai mindset atau blue print. Ga hanya money blue print, atau cetak biru uang, tapi banyak hal jadinya.

Banyak hal yang bisa diambil dari buku ini. Diantaranya adalah prinsip bagaimana memiliki mental dan cara berpikir orang yang sukses. Bagiku dari buku ini, millionaire bukan hanya tentang keuangan tapi tentang mental keberlimpahan. Millionaire dalam sikap, dalam berbagai aspek kehidupan.

Dibacanya enak sekali, mengalir, dan pelajarannya banyak disampaikan dengan bentuk kisah-kisah, baik kisah penulis sendiri maupun kisah para peserta pelatihannya ataupun coachingnya.

Satu hal yang patut di HIGHLIGHT adalah PRINSIP kesejahteraan & kemakmuran. Kesejahteraan lahir batin hehehe…

1. STOP KOMPLAIN

Pernahkah kita kenal atau ketemu dengan orang yang pembicaraannya selalu komplen. Adaaa ajaa yang dikomplen yaa… Coba deh rasakan energi kita, jengah, gelisah, suram, dan begitu low. Seperti seolah menghisap energi kita, atau kita sering mengatakannya sebagai lintah energi.

2. STOP BLAMING

Banyak diantara kita, Aku pun juga beberapa kali menyadari, ketika kita seolah merasa ga keruan hati dan pikiran, kita sering ambil exit dengan menyalahkan apa aja yang bisa disalahkan. Ini semua gara-gara si ini, si itu, si anu, dan lain-lain. Hal, seperti ini ga banyak bikin kita lega dan menyelesaikan masalah justru. Kenapa ? Karena jadi bikin kita ga bisa memperbaiki keadaan, menemukan solusi yang sesungguhnya benar-benar solusi. Kok bisa ? Iya, karena renungkan kembali deh. Semua hal itu pusatnya adalah diri kita sendiri. Kita mau memilih bersikap dan berpikir begini begitu semua adalah pilihan diri sendiri. Kok ? Emang bisa milih ? Bisa dong… Dengan kita menyadari bahwa diri kita adalah center nya, kita bisa mengambil waktu sejenak, yang sering diistilahkan banyak para praktisi kesehatan mental yaitu 15 DETIK WAKTU KRITIS.

Bagi banyak para praktisi mindfulness, waktu 15 detik ini, bisa dengan cara olah pernapasan kita yang sudah sering kita latih. Atau sering disebut mereka sebagai JEDA. Nah, dengan memberi jeda diri kita, kita bisa menengok ke dalam diri, apa yang sedang terjadi. Dan kemudian menerima perasaan dan pikiran yang hadir, kemudian bisa terjadi dialog singkat; menanyakan dan akhirnya memutuskan untuk fokus pada memilih alternatif solusi, dengan memilih pikiran dan perasaan yang sebaiknya dihadirkan, yang menyamankan, mendamaikan, menenangkan.

Ketika kita selalu berfokus pada hal-hal atau orang di luar diri kita, energi kita bisa habis sia-sia. Karena ingatlah, kita tidak bisa memiliki kendali sepenuhnya terhadap hal di luar kita, yang kita bisa kendalikan adalah diri kita. Pegang tali kendalinya, jangan sampai terlepas atau mengendur, dan amati, hal-hal dan orang di luar kita entah bagaimana mekanismenya, akan ada perubahan. VOILAAA…. AJAIIIIB…..

3. STOP JUSTIFY

Berhentilah melakukan pembenaran. Pembenaran terhadap kelemahan-kelemahan, tantangan-tantangan yangkita hadapi. Sering kah, kita mengamati, di sekitar kita ada orang-orang yang bercerita atau menyampaikan pendapat tentang hidupnya begini. “Yaaa… maklumlah, kita ga bisa sukses, lha wong orang tua kita juga bukan siapa-siapa, bukan orang kaya, ga punya modal dan warisan buat kita. Gimana mau bikin usaha sendiri ?”

“Makanya, Saya tuh ga bisa jualan, karena ga punya banyak temen. Trus gimana mau jualan ke siapa?”

“Namanya udah umur segini memang udah ga bisa lincah lagi, udah susah kalau mau belajar hal-hal baru.”

Iya, mungkin ada benarnya, tetapi ketika menjadi alasan, membenarkan diri untuk tidak melakukan hal-hal yang sesungguhnya banyak cara untuk bisa dilakukan yang membuat tercapai tujuan-tujuannya, ini jadi sebuah tembok besar bagi diri kita untuk melampaui segala asa dan cita-cita atau impian.

Tanpa disadari kita sudah membatasi diri, mengkotakkan diri dan membuat seolah tidak mampu keluar dari kotak atau batasan-batasan yang kita buat sendiri. Bahkan Tuhan saja memberi kemerdekaan dan kemampuan luar biasa sempurna bagi manusia. Siapapun manusianya. Siapapun kita.

Alih-alih komplen, menyalahkan dan membuat pembenaran terus, kita bisa bersyukur, ketika bersyukur, akan terbuka pintu-pintu kebaikan, keberkahan, rejeki dan jalan keluar buat banyak hal. Dan Allah akan lipatgandakan nikmatnya; baik di rasa maupun secara materi/fisik/bentuk nyata.

Makin penasaran ga mau baca buku ini lebih lengkapnya ? Aku sih amat sangat merekomendasikan. Buku ini meski lama namun masih berlaku sepanjang masa.

Meski banyaaaak sekali buku-buku lain yang jadi favorit, buku ini menjadi salah satunya. Dan cocok buat siapa aja yang membutuhkan peningkatan diri dan kehidupannya, terutama dalam hal financial.

Ada juga ilmu tentang bagaimana mengatur keuangan lho. Yang efeknya sebenarnya adalah solusi buat para pasangan yang punya tipe kepribadian terhadap uang itu berbeda. Seperti, istri seorang yang suka sekali belanja, sementara suami seorang yang suka banget menabung. Ga sedikit perkara begini ini, bisa bikin runya hubungan suami istri dan keluarganya. Sedikit-sedikit berantem, sedikit-sedikit beda pendapat. Nah, dengan keilmuan ini, dari seorang T. Harv Eker yang sudah membuktikan terhadap diri dan kehidupannya, bisa amat sangat manjur. Mudah diterapkan juga.

So, baca deh.. bagus banget. Selamat membaca ya…

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *