MEMAAFKAN BUKAN BERARTI MELUPAKAN, MEMAAFKAN ADALAH UNTUK DIRI SENDIRI

ISTRI YANG TERLUKA

Beberapa waktu lalu Saya mendapatkan kesempatan luar biasa istimewa. Saya kedatangan seorang istri yang menyampaikan bahwa dia dikhianati oleh suaminya. Meski peristiwa tersebut sudah setahun lalu, namun klien masih merasakan sakitnya hingga kini. Dari sakit kepala, pundak, dan bahu hingga tidak bisa tidur hingga beberapa bulan, menurut penuturannya.

Setelah klien mendapatkan informasi yang cukup tentang bagaimana proses hipnoterapi nanti dilakukan bersama, dan persepsi klien telah disamakan, maka masuklah pada proses terapi. Selama proses terapi, klien bisa menyalurkan emosinya yang selama ini terpendam, meluapkan dengan aman dan nyaman. Saya belajar satu hal, yaitu bahwa ketika seseorang begitu sakit terhadap pasangan yang telah dianggap sebagai sosok yang alim, terpercaya, selama ini baik, dan dianggap sebagai belahan jiwanya, maka begitu luar biasa efeknya bagi pasangannya. Maka, tak mengherankan, efek yang ditimbulkan bahkan hingga ingin menghancurkan, membunuh pasangannya dan perempuan yang menjadi selingkuhannya.

Namun, Saya juga belajar satu hal, bahwa dalam tiap diri individu sesungguhnya ada bagian diri yang ingin melepas itu semua, namun tak kuasa secara sadar mengendalikan kemarahan, kesakitan-kesakitan tersebut. Maka, ketika seseorang merasakan emosi negatif yang begitu intens, berusngguh-sungguhlah untuk mencari bantuan. Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti membunuh, atau samit jiwa dan bahkan bunuh diri.

Hal yang tidak bisa dipungkiri, ketika seseorang mengalami emosi negatif yang sangat intens, memberikan efek yang menyakitkan, tidak hanya bagi diri sendiri, namun bagi anggota keluarga lainnya pun akan merasakan kesakitannya, dan hal itu menjadi kerugian. Anaknya yang sampai malu dengan tetangga-tetangga sekitarnya karen ayah ibu nya seringkali bertengkar hingga terdengar dengan sekitarnya, bahkan anaknya yang lain sampai jatuh pingsan beberapa kali setiap kali orang tuanya bertengkar.

Klien selama ini memilih memendam, dan menyimpan semua rasa ini. Meski menyadari bahwa dia sakit, dan sempat berkunjung ke psikolog, namun tidak kunjung terobati. Bukan berarti psikolognya tidak mumpuni, namun banyak faktor yang mempengaruhi pula. Menjadi suatu hal yang penting untuk diingat, ketika kita memiliki suatu hal yang negatif, dan kita tidak mampu mengendalikan, segeralah mencari bantuan profesional. Karena sesungguhnya anggota keluarga kita pun belum cukup paham bagaimana sebaiknya, dan mereka pun memiliki luka masing-masing. Atau bila kita bercerita ke teman, mereka pun belum tentu paham harus bagaimana.

Beruntungnya klien ini bercerita kepada teman yang seorang profesional juga, sehingga mendesaknya untuk segera membuat janji terapi. Gejala-gejala klien sudah menunjukkan berbagai hal yang menyedihkan, terkadang bisa berjalan tak menyadari ada mobil yang lalu lalang, tidak bisa tidur berbulan-bulan, tiba-tiba meledak marah dan berkepanjangan, dan lain sebagainya. Yang mana hal-hal tersebut merupakan gejala yang menjadi alarm diri untuk segera mencari bantuan profesional.

KLIEN YANG MEMAMPUKAN DIRINYA SENDIRI

Bersyukurnya, pada proses terapi tersebut, bahwa klien dibantu untuk dimampukan mengendalikan emosi-emosinya. Dengan melepas beban, emosi-emosi negatif yang sangat intens mendesak dan menyakitkan, dilepaskan. Kemudian di reframe kejaidan-kejadian yang menyakitkan tersebut, sehingga klien dimampukan memaafkan, dan memberi makna positif terhadap kejadian traumatik tersebut. Begitu leganya klien merasakan hasilnya, dan berdasarkan pengakuannya, klien merasa lebih tenang, bahagia, dan lepas dari belenggu-belenggu yang selama ini menghimpitnya.

Maka, satu hal yang pasti, bersegeralah mencari bantuan profesional, disaat diri ini memberikan sinyal-sinyal ‘sakit’. Jangan sampai terlanjur menjadi suatu yang kronis, sehingga sulit sembuh, dan bahkan memberikan kesakitan yang meluas bagi orang-orang sekitarnya.

Pelajaran berharga bagi saya adalah, selama saya mengenal berbagai pendekatan terapi, seperti konseling, psikoterapi, hipnoterapi menjadi suatu metode yang menakjubkan bagi saya. Satu kali sesi hipnoterapi, mampu memberi dampak luar biasa bagi klien. Dampak yang bertahan dan positif pastinya.

Memaafkan bukan berarti melupakan, namun memaafkan adalah untuk diri sendiri bukan untuk orang lain. Memaafkan untuk memajukan diri menjalani hidup kedepan yang lebih berkualitas.

Sayangi diri Anda, berarti menyayangi keluarga Anda, dan selamat bagi Anda yang mampu memaafkan.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *