Kesehatan Mental; Keluhan Mental, Sakit Jiwa, Gila ???

Masih banyak sekali pemahaman yang kurang tepat terhadap stigma sakit jiwa. Perlu diketahui bahwa sakit jiwa memiliki banyak sekali spektrumnya. Bagaimana sih sebenarnya pemahaman yang tepat ?

Begini, diri kita terdiri dari 2 bangunan tubuh; yaitu tubuh fisik (raga) dan tubuh mental (jiwa). Keduanya begitu saling terhubung dan saling memengaruhi dengan sangat kuatnya. Kedua bangunan tubuh ini sangat penting bagi kita. Itu lah sebabnya kita butuh untuk bisa menjaga dan merawat kedua bangunan tubuh ini. Tidak hanya sekedar menjaga dan merawat tubuh fisik saja dengan makan, olahraga, tidur yang cukup, dan lain-lain. Namun, kita juga butuh untuk menjaga dan merawat tubuh mental kita dengan baik, seperti berpikir positif, menjaga perasaan dan hati untuk damai, tenang, bahagia, dan seterusnya.

Nah, ketika tubuh fisik kita merasa kurang baik, seperti mengalami kelelahan, pusing, pegal-pegal, bersin-bersin misalnya, kita pasti akan segera secara sadar membantu agar tubuh fisik kita kembali nyaman kan ? Kita cepat-cepat beristirahat, minum vitamin dan obat-obatan sederhana lainnya seperti mungkin minum penghilang nyeri, sakit kepala, dan flu. Juga mengasup banyak makanan yang bernilai gizi tinggi, minum vitamin, juga misalnya melakukan pijat, atau sekedar beristirahat di tempat tidur hingga bisa tidur beberapa waktu dengan lelap. Ketika tidak juga berangsur pulih, kita segera terpikirkan untuk menghubungi dokter bukan ? Membuat jadwal untuk bertemu, untuk mendapatkan pemeriksaan, dan mendapatkan resep obatnya, agar kita bisa segera pulih kembali dan bisa berkegiatan kembali dengan normal. Hingga kita menghubungi dokter (bantuan profesional) karena kita tahu bahwa kita membutuhkan tubuh fisik kita untuk sembuh, butuh cara, terapi agar sembuh. Dengan bantuan obat-obatan yang diresepkan dokter.

Demikian juga ketika kita merasa bingung, sulit tidur, merasa stres, semangat dan motivasi menurun, dan lain-lain dan seterusnya, kita seringkali memikirkan cara untuk membuat diri bisa bersemangat dengan melakukan cara-cara yang kita biasa lakukan. Misalnya dengan curhat, bepergian untuk sekedar refreshing, tidur, dan seterusnya. Namun, ketika kita merasakan semua gejala tersebut atau semua simtom itu tidak kunjung teratasi atau menghilang, sadari, bahwa artinya mental kita pun sedang butuh bantuan profesional. Segera hubungi konselor, psikolog, psikiater atau terapis kesehatan mental lainnya seperti hipnoterapis, psikoanalis, dan terapis psikologi lainnya. Apa bedanya dan kesamaan mereka, bisa membaca artikel tentang ini disini ya…

Jadi sahabat, kesehatan mental sangat penting juga sama hal nya dengan kesehatan tubuh fisik kita. Ketika kita merasa gejala-gejala secara pikiran dan emosi mengalami keluhan-keluhan yang mengganggu dan menghambat keseharian atau produktivitas kita, maka segeralah menghubungi para profesional kesehatan mental. Jangan lagi berpikir bahwa ini hal biasa, atau malah malu karena khawatir dengan persepsi yang kurang tepat bahwa kita mengalami sakit jiwa yang umum dipakai masyarakat dengan istilah GILA.

Kita cek juga definisi kesehatan mentalnya yuk. Menurut WHO (World Health Organization), kesehatan mental merupakan kondisi dari kesejahteraan yang disadari individu, yang di dalamnya terdapat kemampuan-kemampuan untuk mengelola stres kehidupan yang wajar, untuk bekerja secara produktif dan menghasilkan, serta berperan serta di komunitasnya.

Yess, kesehatan mental sangat berkaitan dengan kesadaran, di mana pusat kesadaran itu ada di otak kita. Meski secara spiritual (lebih jauh dan dalam) pusat kesadaran ada di suatu relung batin terdalam setiap individu yang telah mengenal hakikat dan sejatinya diri. Kesadaran merupakan pusat kendali yang berhubungan dengan kendali pikiran dan emosi (perasaan). Sehingga ketika kesadaran kita sehat, maka kita bisa dengan sangat baik mengendalikan pikiran dan emosi kita yang sangat dibutuhkan untuk menjalani berbagai peran dalam setiap aspek kehidupan dan keseluruhan hidup dengan sehat dan baik. Ketika jiwa atau mental kita (pikiran dan emosi) kita sedang mengalami kesulitan, tentu akan memengaruhi pula kesehatan tubuh fisik kita. Dan akhirnya memengaruhi produktivitas kita baik secara pribadi maupun sosial.

Kemkes RI menjabarkan kesehatan mental yang baik adalah kondisi ketika batin kita berada dalam keadaan tentram dan tenang, sehingga memungkinkan kita untuk menikmati kehidupan sehari-hari dan menghargai orang lain di sekitar. Seseorang yang bermental sehat dapat menggunakan kemampuan atau potensi dirinya secara maksimal dalam menghadapi tantangan hidup, serta menjalin hubungan positif dengan orang lain. Sebaliknya, orang yang kesehatan mentalnya terganggu akan mengalami gangguan suasana hati, kemampuan berpikir, serta kendali emosi yang pada akhirnya bisa mengarah pada perilaku buruk. Penyakit mental dapat menyebabkan masalah dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya dapat merusak interaksi atau hubungan dengan orang lain, namun juga dapat menurunkan prestasi di sekolah dan produktivitas kerja. (https://promkes.kemkes.go.id/pengertian-kesehatan-mental).

So, jangan lagi meremehkan hambatan-hambatan mental kita ya… Ber segera lah hubungi para konselor psikologi, atau psikolog. Dan ketika kita merasa sudah memengaruhi tubuh fisik, segera hubungi para psikiater (dokter spesialis kejiwaan) dan secara paralel segera lakukan terapi, buat janji dengan para terapis kesehatan mental, seperti para hipnoterapis (terapis yang membantu memulihkan kondisi pikiran dan emosi yang menghambat dengan metode hipnosis untuk bisa membantu kita melalui pikiran bawah sadar kita, di mana di sanalah gudang dari semua program emosi, pikiran, yang memengaruhi persepsi, keyakinan, cara pandang dan segala hal berkaitan dengan kepribadian, cara berbicara, kemampuan komunikasi, bersikap dan bertindak/kebiasaan) atau para terapis psikologi lainnya, dengan segala pengetahuan dan keterampilan yang mereka kuasai masing-masing.

Kalau kamu merasa bahwa Kesehatan Mental merupakan hal penting yang perlu diketahui kita semua, ikutan yuk, berpartisipasi dalam edukasi tentang Kesehatan Mental lebih massive lagi. Kamu bisa share artikel ini, berempati kepada mereka yang sedang mengalami kesulitan secara mental, serta mengajak lebih banyak lagi orang untuk memiliki pengertian serta persepsi yang lebih baik lagi terhadap mereka yang sedang mengalami kesulitan mental. Dukung mereka, sarankan untuk segera menemui para profesional kesehatan mental terdekat.

Terima kasih ya jika tergerak untuk berpartisipasi aktif. Terima kasih juga sudah mengunjungi dan membaca artikel ini. Silakan tuliskan di kolom komentar untuk bertanya seputar kesehatan mental dan yang berkaitan, atau jika membutuhkan tulisan lain untuk bisa saya share sebagai artikel di menu blog website ini.

Salam sayang, Lusia P. 💖🤗

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *