Hmmm, Pls Ngomong Ya…

Ngomong Yaa…

Saya termasuk salah satu yang menyadari betapa komunikasi itu sangat penting. Mungkin pada saat saya kecil, orang tua tidak atau belum menerapkan seperti apa yang saya pahami hari ini, namun kesadaran-kesadaran akan itu baik dari literatur, pendidikan, dan pengalaman menjadikan saya begitu concerm terhadap hal ini. Ya, komunikasi.

Saya menerapkan dan membiasakan kepada anak-anak untuk mereka mampu menyampaikan secara verbal apa yang mereka rasakan. Ketika mereka jengkel, kesal, sedih, komplain, dll tidak dengan cara memperlihatkan muka kesal, tingkah laku kesal, dan lainnya. Saya akan mendekati dan mengatakan, “ada apa siy ?” “Ayo dong diomingin aja, mama kan ga bisa baca pikiran kamu.”

Yess, ini dia, karena ketika kita berusaha membaca pikiran anak-anak kita berdasarkan sikap atau tingkah laku yang mereka perlihatkan saja, tanpa konfirmasi verbal dari yang bersangkutan, yang ada adalah kita menjadi sok tahu, dan membuat persepsi sendiri, yang bisa jadi bahkan seringkali salah. Dan hal ini membuat masalah menjadi lebih rumit, kacau dan semrawut. Walhasil membuat keadaan dan hubungan menjadi lebih tidak kondusif.

Cara menyampaikan pun saya benar-benar berusaha sekali menyadari, untuk menyampaikan dengan cara-cara yang ekologis, santun atau baik. Meski seringkali sulit menyampaikan dengan cara yang tenang ketika kita sedang kesal, namun, ketika kita menyadari sejenak, kita bisa menurunkan sedikit level emosi yang ada yang sedang negatif, menjadi sedikit lebih ekologis.

Saya terapkan tidak hanya ke diri saya sendiri namun juga sebisa mungkin membiasakan menerapkan hal ini dengan sering mengingatkan ke anak-anak. Bahwa mereka bisa duduk, tarik nafas, kemudian bicara. Saya biasanya juga dengan memberikan sedikit stimulus seperti, “Kesal sama siapa, sama mama, papa, adik/kakak, sekolah, atau apa ?”

Tentang cara atau alur ke mana mereka bisa mencurahkan rasa, isi hati nya. Bisa ke Saya sebagai mamanya, Ayahnya, atau ke yang bersangkutan langsung. Tentu dengan memberitahu seperti “Mama, aku mau ngomong.” 😊😁

Memang tidak lah mudah, namun saya yakin dengan sedikit kesadaran yang selalu ditimbulkan setiap waktu kita mampu menyadari yang kemudjan mengubah saat itu, bila sering kali kita lakukan, saya yakin itu akan memberi pengaruh. Tertanam sedikit demi sedikit yang seiring waktu bisa menjadi kuat. Menjadi nilai dan kebiasaan yang kuat.

Seperti hal nya dengan kondisi masyarakat saat ini, negara kita tercinta. Bila masyarakat menyadari bahwa dengan menyampaikan aspirasi dengan cara yang ekologis, akan justru memberi dampak yang lebih baik, ketimbang dengan cara-cara seperti anak-anak yang sulit menyampaikan pikiran dan perasaan atau emosinya secara verbal. Mereka umumnya cenderung memperlihatkan secara non verbal seperti menangis, rewel, merusak, membuat rusuh, dll.

Kita pun boleh memperlihatkan atau mengekspresikan perasaan dan pikiran kita secara emosional non verbal juga, namun disanding dengan kesadaran kedewasaan dan kebijaksanaan tentu akan jauh lebih menyenangkan banyak pihak. Menimbulkan respect dan akhirnya memberi pengaruh pemahaman yang lebih baik ketika didampingi kemudian dengan penyampaian secara verbal yang ekologis juga.

Semoga Saya dan kita semua bisa terus menghadirkan kesadaran-kesadaran baik, sehingga memampukan diri kita untuk terus lebih baik. Memberi pengaruh pada lingkungan kecil kemudian pada lingkungan lebih besar, masyarakat, bangsa dan negara kita tercinta, demi kebaikan dan kemajuannya.

Demikianlah kenyataannya.

Salam hormat dan bahagia… 🙏🙏🙏♥️♥️♥️

Lusia P., S.Pd., C.P.Ht., C.M.M.F., C.N.V.T., C.P.N.N.N.L.P., C.T.H.
IG : @lusiapw
FB Lusia Pansilawatiningsih
Youtube Ruang Inspirasi Lusi
WA : 085701101997

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *